DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Satrio Arismunandar: Upaya Atasi Pemanasan Global Menghadapi Hambatan Politik Dari Kelompok Kepentingan

image
Satrio Arismunandar tentang pemanasan global dan perubahan iklim.

ORBITINDONESIA.COM - Upaya mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global tidak mudah, karena menghadapi hambatan politik dan penolakan dari kelompok kepentingan yang kuat. Hal itu dikatakan Sekjen SATUPENA, Dr. Satrio Arismunandar.

Satrio Arismunandar mengomentari diskusi bertema "Laudate Deum" Paus Fransiskus: Relasi Tuhan, Manusia dan Alam. Diskusi di Jakarta, Kamis malam, 19 Oktober 2023 itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai penulis senior Denny JA.

Diskusi yang dikomentari Satrio Arismunandar itu menghadirkan pembicara Yohanes Wahyu Prasetyo OFM, alumnus magister filsafat dari STF Driyarkara Jakarta. Diskusi itu dipandu oleh Swary Utami Dewi.

 Baca Juga: WASPADAI: Merokok Membuat Jantung Anda Sangat Tua

Menurut Satrio, permasalahan utama dalam mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global adalah sifat permasalahan yang kompleks dan saling berhubungan.

“Beberapa tantangan utama itu harus diatasi agar dapat melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara efektif,” lanjut mantan anggota pecinta alam KAPA FTUI ini.

Salah satu tantangannya, perubahan iklim merupakan masalah global yang memerlukan kerja sama dan kesepakatan internasional.

“Mendorong negara-negara untuk berkomitmen dan menerapkan target dan kebijakan pengurangan emisi merupakan sebuah tantangan besar, karena hal ini melibatkan keseimbangan kepentingan dan prioritas nasional,” jelas Satrio.

Baca Juga: Prediksi Skor PSM Makassar vs Arema FC: Head to Head, Perkiraan Susunan Pemain, Link Nonton Streaming

Selain itu ada dampak ekonomi. Upaya mitigasi perubahan iklim mungkin mempunyai konsekuensi ekonomi, mempengaruhi industri dan lapangan kerja.

“Menyeimbangkan biaya ekonomi dalam mengatasi perubahan iklim dengan manfaat jangka panjang merupakan tantangan yang harus diatasi oleh pembuat kebijakan dan masyarakat,” lanjut Satrio.

Yang juga krusial, perubahan iklim dapat memperburuk kelangkaan sumber daya, termasuk kekurangan air dan pangan. “Memastikan akses terhadap sumber daya, yang penting bagi populasi global yang terus bertambah, merupakan tantangan dalam perubahan iklim,” ucap Satrio.

Perubahan iklim sering dikaitkan dengan degradasi lingkungan, termasuk hilangnya habitat, penggundulan hutan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Dr HM Amir Uskara: Whoosh, dalam Perspektif Ekonomi Masa Depan

“Mengatasi masalah-masalah ini bersamaan dengan perubahan iklim merupakan suatu tantangan, namun perlu,” lanjut Satrio.

Indonesia saat ini sudah melakukan transisi ke sumber energi bersih dan terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan pembangkit listrik tenaga air, sangat penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Namun transisi ini menghadapi kendala seperti tingginya biaya awal teknologi terbarukan dan infrastruktur bahan bakar fosil yang ada,” kata Satrio. ***

 

 

 

Berita Terkait