DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Bakar Alat Musik, Taliban Bikin Geger Lagi

image
Seorang musisi Afganistan menangis saat melihat alat musiknya dibakar Taliban

ORBITINDONESIA.COM - Taliban di Afganistan baru-baru ini bikin geger lagi. Taliban membakar sejumlah alat musik.

Dalam foto yang dirilis Taliban, tampak beberapa pejabat berkumpul di sekitar api yang membakar gitar, harmonium, dan pengeras suara.

Kata Menteri Amr Ma’ruf dan Nahi Mungkar-nya Taliban, Sheikh Aziz al-Rahman al-Muhajir, musik itu punya dampak berbahaya. Musik menyebabkan anak muda jadi tersesat dan masyarakat jadi hancur.

Baca Juga: Andre Vincent Wenas: Selamat Datang Pak Prabowo di Basecamp PSI

Asal tahu saja, tidak semua warga Afganistan sama seperti Taliban yang bersikap anti musik. Afganistan punya tradisi musik yang kuat.

Tradisi musik Afganistan tak bisa dilepaskan dari pengaruh musik klasik Iran dan India, negara tetangga Afganistan.

Afganistan juga punya pasar penikmat musik pop dengan tambahan instrumen elektronik dan ketukan tarian tradisional. Jenis musik itu berkembang pesat selama 20 tahun terakhir di Afganistan.

Sayangnya, perkembangan musik itu berhenti sejak Taliban merebut kekuasaan kembali di Afganistan pada Agustus 2021. Banyak musisi dan murid di sekolah musik milik pemerintah Afganistan yang meninggalkan negara itu.

Baca Juga: Peluang Usaha Budidaya Kambing: Modal, Pasar, Pemasaran, dan Analisis Keuntungan dan Kerugian

Kabarnya tidak ada lagi aktivitas belajar-mengajar di sekolah musik itu. Sikap anti musik itu bukan cuma diyakini Taliban.

Sebagian musisi di Indonesia yang ikutan hijrah juga punya sikap yang mirip-mirip. Mereka ogah bermusik lagi setelah makin tampak religius. Bedanya, mereka tidak menghancurkan atau membakar alat musik punya mereka. Kalau pun itu mungkin dilakukan, tapi sejauh ini tak diperlihatkan ke publik.

Musik pada dasarnya hanyalah sarana. Dan karena sarana, musik bisa digunakan untuk berdakwah dan mengajak kepada kebaikan.

Inilah yang dilakukan Wali Songo, Bimbo, Soneta, dan lainnya. Ayo, rawat terus warisan budaya dan kreativitas.***

Berita Terkait