DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Mengenal Quarta Colonia National Geopark, Surganya Fosil Langka dan Kultur Masyarakat yang Kaya Budaya

image
Quarta Colonia National Geopark, Surganya Fosil Langka dan Keragaman Budaya

ORBITINDONESIA.COM – Quarta Colonia National Geopark, adalah salah satu taman nasional yang baru saja diresmikan oleh UNESCO beberapa bulan ini.

Peresmian Quarta Colonia National Geopark bersamaan dengan 17 taman nasional yang ada di 13 negara yang berbeda. Ada dua negara baru yang menyumbang taman nasional pada tahun tersebut.

Dua negara tersebut adalah Selandia Baru dan Filipina yang baru masuk ke dalam daftar negara yang memiliki taman nasional resmi dari UNESCO.

Baca Juga: Taman Nasional Way Kambas, Gajah Sumatra yang Eksotis di Lampung Timur

Wilayah Quarta Colonia National Geopark berada di antara Cagar Biosfer Bioma Pampa dan Hutan Atlantik. Wilayah ini juga dikelilingi oleh sembilan kotamadya.

Penduduk yang tinggal di taman nasional ini berjumlah enam puluh dua ribu orang, yang memiliki salah satu keragaman budaya terbesar di wilayah tengah Rio Grande do Sul.

Keragaman budaya yang terdapat di wilayah tersebut termasuk Italia, Jerman, Portugis, Quilombola, budaya asli, dan misionaris.

Baca Juga: Yuk Kunjungi Destinasi Wisata Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah, Ada Konservasi Satwa Langka

Adat istiadat dan jejak budaya dari berbagai golongan etnis tersebut, diabadikan oleh masyarakat setempat dalam berbagai bentuk manifestasi.

Kebanyakan dari masyarakat tersebut memiliki keahlian dalam memasak, menari, bermusik, dan kerajinan, sebagai bentuk manifestasi kebudayaan mereka masing-masing.

Taman nasional ini juga menyatu dengan Cagar Biosfer Mata Atlantica yang sudah lebih dulu diresmikan oleh UNESCO pada tahun 1991.

Baca Juga: Wisata G Land, Surga Tersembunyi di Taman Nasional Alas Purwo, Dijamin Malas Pulang, Langsung Jatuh Cinta

Tempat ini juga sudah dikenal di kancah Internasional sebagai warisan bumi yang memiliki paleontologi paling terkenal sepanjang masa.

Taman nasional ini menyimpan kebangkitan salah satu kelompok hewan paling terkenal di paleontologi, dinosaurus.

Paleontologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang kehidupan di zaman praaksara. Ilmu ini mempelajari tentang fosil, evolusi makhluk hidup, dan cara mereka berinteraksi dengan organisme lain dan lingkunganya.

Baca Juga: Yuk Berkunjung ke Taman Nasional Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan, Destinasi Kebanggaan Sandiaga Uno

Wilayah Quarta Colonia National Geopark sudah terendap selama 225 sampai 233 juta tahun yang lalu pada Periode Triassic.

Taman nasional ini juga dikelilingi oleh batuan sedimen dari masa lalu yang membentuk seperti benteng di sekitar wilayah ini.

Membuat semua catatan moment kunci dalam sejarah planet bumi terjaga dan terawetkan dengan sangat baik, tempat ini menyimpan fosil dari berbagai macam spesies dinosaurus dari masa lalu.

Baca Juga: Suka Olahraga Surfing, Inilah Rekomendasi Tempat Menginap Terdekat di Pantai G Land Taman Nasional Alas Purwo

Fosil yang ditemukan dalam taman nasional tersebut antara lain spesies Buriolestes Schultzi, Bagualosaurus Acuteensis, dan Macrocollum Itaquii, yang sampai sekarang hanya ada di Quarta Colonia.

Selain itu, yang menjadi daya tarik di tempat ini adalah pemandangannya yang sangat indah dengan lanskap yang sangat unik.

Tempat ini dikelilingi oleh kumpulan pegunungan yang dibatasi oleh tebing batu pasir balistik dan ditutupi oleh fragmen besar Hutan Atlantik yang masih terpelihara dengan sangat baik.

Baca Juga: Yuk Berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon, Ada Apa Saja di Sana, Ini Daftar Keindahan Alamnya

Ditengah lanskap hutan ini, terdapat sebuah lembah dalam yang diukir selama ribuan tahun oleh jaringan hidrografi yang sangat besar.

Hal tersebut membuat Quarta Colonia National Geopark memiliki air terjun, pantai sungai, dan sungai yang bisa dijadikan tempat berlayar.

Hal tersebut menjadikan taman nasional ini tidak hanya menyimpan sejarah kehidupan masa lalu, tapi juga kebudayaan yang beragam dan pemandangan yang indah.

Baca Juga: Kronologi Tim SAR Banyuwangi Temukan 4 Orang Tersesat di Taman Nasional Alas Purwo

Sejak label "taman nasional" dibuat oleh UNESCO pada tahun 2015, saat ini sudah ada sekitar 195 taman nasional UNESCO dari berbagai negara di dunia.***

Berita Terkait