DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Iran dan Arab Saudi Makin Akrab, Menlu Iran Temui Mohammed bin Salman

image
Pemimpin Arab Saudi Mohammed Bin Salman yang kini berbaikan dengan Iran.

ORBITINDONESIA.COM - Hubungan Arab Saudi dan Iran benar-benar sudah membaik. Itu terlihat dari pertemuan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MbS).

Jadi, baru-baru ini Menlu Iran Amirabdollahian bertemu dengan MbS di Jeddah, Arab Saudi. Ada sejumlah isu yang dibicarakan Amirabdollahian dan MbS.

Di antaranya hubungan antara kedua negara, kesempatan bekerja sama di masa depan, dan situasi kawasan serta dunia. Amirabdollahian juga mengundang pemimpin Arab Saudi itu untuk berkunjung ke Iran dan undangan itu disambut MbS.

Baca Juga: Boy Group Baru SM, RIIZE Akhirnya Merilis Musik Video untuk Single Prolog ‘Memories’ Menjelang Debut Mereka

Melalui rekaman video yang dirilis media pemerintah Iran, terlihat MBS dan Amirabdollahian saling tersenyum. Suasana positif dan bersahabat terasa dalam pertemuan itu.

Pertemuan Amirabdollahian dan MbS itu juga disebut sebagai ‘percakapan langsung, jujur, dan produktif’. Asal tahu saja, hubungan Iran-Saudi sering naik-turun.

Saudi pernah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran tahun 2016. Itu dilakukan Saudi setelah kedutaan Saudi di Teheran dan Mashhad, Iran, diserbu para demonstran.

Demonstrasi itu buntut dari eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka dan 46 lainnya di Saudi. Yang menarik, hubungan Saudi-Iran yang memanas itu coba dimediasi China. Perwakilan Iran dan perwakilan Saudi dipertemukan pada Maret lalu di Bejing, China.

Baca Juga: Hasil Kejuaraaan Dunia BWF 2023, Nyaris Rubber Putri KW Lolos ke Babak Kedua

Pertemuan itu difasilitasi Partai Komunis China untuk memastikan pemulihan hubungan Riyadh-Teheran melalui perantara Beijing. Sejak saat itu, Iran-Saudi setuju memulihkan hubungan diplomatik mereka lagi.

Kedutaan Besar Iran untuk Saudi dibuka lagi di Riyadh pada Juni lalu. Peresmian itu dihadiri langsung Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Alireza Bigdeli.

Sehari setelahnya giliran Konsulat Jenderal Iran dan Kantor Perwakilan Tetap Iran untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah yang dibuka. Pertemuan Amirabdollahian dan MbS menunjukkan semakin kuatnya kemauan Iran dan Saudi untuk membangun hubungan yang lebih baik.

Itu tentu akan berdampak positif bagi stabilitas di kawasan Timur-Tengah dan dunia muslim pada umumnya. Mudah-mudahan perdamaian Iran-Saudi bisa langgeng, mengingat sejarah konflik antara dua negara muslim itu setelah Revolusi Iran 1979.

Kalau bisa berdamai, buat apa berkonflik? ***

Berita Terkait