DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Obat Sirup Disetop, Kemenkes Anjurkan Penggunaan Kapsul dan Tablet

image
Ilustrasi, Kementerian Kesehatan anjurkan penggunaan obat tablet hingga kapsul sebagai pengganti obat sirup yang belakangan peredarannya distop sementara.


ORBITINDONESIAKementerian Kesehatan anjurkan penggunaan obat tablet hingga kapsul sebagai pengganti obat sirup yang belakangan peredarannya distop sementara.


Penggunaan obat tersebut merupakan sebagai langkah alternatif seiring merebaknya temua 206 kasus ginjal akut misterius pada anak di Indonesia.

“Sebagai alternatif (masyarakat) dapat menggunakan bentuk (obat) sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositoria (anal) atau lainnya,”kata juru bicara Kemenkes, Muhammad Syahril.

Baca Juga: Gagal Ginjal Akut, Kementerian Kesehatan Larang Apotek Jual Obat Sirup

Syahril jelaskan, Kemenkes telah meminta seluruh apotek tidak menjual obat secara bebas dalam bentuk cari maupun sirup untuk sementara waktu.

Larangan ini berlaku sampai penelusuran dan penelitian yang dilakukan Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap gangguan ginjal akut benar-benar tuntas.

Khusus untuk pasien gangguan ginjal yang tengah dirawat di rumah sakit, Syahril mengimbau supaya keluarga mereka membawa obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi penderita.

Baca Juga: Gagal Ginjal Akut Hantui Anak Indonesia, Waspadai Gejala ini

“Jadi kalau anak dibawa ke dokter atau rumah sakit, obat yang diminum sebelumnya itu harus dibawa untuk menyampaikan riwayat pengobatan yang sudah dilakukan atau diminum sebelumnya,”katanya.

Sebagai informasi, dugaan gangguan ginjal akut misterius karena keracunan (intoksikasi) etilen glikol baru muncul setelah terjadi kasus serupa di Gambia.

Puluhan anak di negara itu meninggal karena konsumsi parasetamol sirup produksi India yang mengandung senyawa etilen glikol

Baca Juga: Kementerian Kesehatan Terbitkan Panduan Atasi Gangguan Ginjal Akut untuk Orang Tua

Sirup tersebut yaitu, Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup. Keempatnya diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India.

Ada penyebab lain yang masih menjadi dugaan, yaitu karena dipicu oleh Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem usai Covid-19, dan infeksi virus.

Hingga 18 Oktober 2022, Kemenkes catatkan ada 206 kasus yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia dimana 99 penderita di antaranya meninggal dunia.***

Berita Terkait