DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Opini Denny JA: JAKARTA MENANGIS

image
Denny JA menyoroti buruknya kualitas udara di Jakarta.

 

ORBITINDONESIA.COM - Judul berita itu mecolok di berbagai media internasional. Salah satunya di CNN: “Jakarta is the world's most polluted city. And Indonesia's leader may have the cough to prove it” (1)

Juga di BBC: Jakarta: Living with asthma in the world's most polluted city.

Apa yang terjadi dengan Jakarta?

Mengapa polusi udara di Jakarta melampaui polusi udara buruk dunia lainnya di India, Bangladesh, Cina dan negara Afrika?

Dalam hal apa kita sudah lalai?

-000-

Kita mulai dulu dari apa yang diberitakan, cara mengukur polusi udara, dan kisah lembaga yang mengukur polusi udara.

Jakarta menduduki peringkat satu kota paling tercemar di dunia pada Juni - Agustus 2023, menurut data dari IQAir.

Skala buruknya udara di Jakarta terus berubah tergantung kapan diukur. Sejak Juni 2023 hingga Agustus 2023, skalanya berkisar 152- 162.

IQair membuat beberapa kategori polusi udara dengan nilai yang terukur. Angka 0-50 mewakili kualitas udara baik.  Angka 51-100 berarti kualitas udara sedang. 

Nilai 101-150 berarti kualitas udara tidak sehat untuk kelompok sensitif. Angka 151 ke atas berarti kualitas udara sangat tidak sehat untuk semua orang. Nilai IQair lebih dari 300 berarti kualitas udara berbahaya.

Jakarta memang belum termasuk di level berbahaya (di atas 300). Tapi level 150 ke atas itu sudah masuk dalam kategori tidak sehat. Ini sudah masuk anjuran jangan terlalu banyak menghirup udara di jakarta, di lingkungan outdoor.

Di bawah level Jakarta, kota ini juga buruk polusi udaranya. Antara lain Doha (Qatar), Kuching (Malaysia), Dhaka, (Bangladesh), dan Dubai (Uni Emirat Arab).

Termasuk buruk juga, tapi lebih baik dibanding Jakarta adalah Baghdad (Irak),  dan Shenyang (China), dan Johannesburg, (Afrika Selatan). 

-000-

Terburuk atau tidak soal polusi udara itu  ditentukan oleh measurement (semacam indeks)  yang dikembangkan oleh IQAir.

IQAir awalnya perusahaan bisnis, yang kemudian berkembang menyediakan layanan pemantauan dan informasi kualitas udara.

Data IQAir dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk sensor permukaan tanah, data satelit, dan laporan pemerintah.

IQAir didirikan pada tahun 1963 oleh Manfred dan Klaus Hammes. Mereka memperkenalkan sistem filter udara untuk oven batu bara perumahan di Jerman.

Awalnya, mereka hanya ingin mengurangi penumpukan debu hitam pada dinding di belakang oven di rumah mereka sendiri.

Manfred Hammes, penderita asma seumur hidup. Ia memperhatikan. “Aha! filter tersebut ternyata bisa mengurangi serangan asmanya selama bulan-bulan musim dingin."

Mereka pun membangun bisnis dengan fokus pada pembersih udara. Produknya meliputi kipas angin, dan pelembab udara. Produk-produk ini dirancang untuk menghilangkan polutan dari udara, meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.

Namun tak puas hanya saal bisnis, IQAir  ingin juga memberikan public service dan edukasi bagi publik luas. Mereka mengembangkan cara mengukur polusi udara pada tahun 1999, di Swiss.

Sejak itu mereka telah memperluas jaringan pemantauannya ke lebih dari 100.000 lokasi di lebih dari 150 negara.

Kini dunia ikut merasakan manfat dari indeks polusi udara yang dikembangkan oleh IQair.

-000-

Tapi apa bahanya polusi udara?

Mengapa kita perlu memberi perhatian yang sangat serius?

Kita perlu contoh kasus polusi udara yang mematikan, sebagai wake up call. Yang terkenal adalah kasus Kabut Asap Besar London (Great Smog in London).

Hanya terjadi empat hari saja sebagai puncak. Itu tanggal tanggal 5 hingga 9 Desember 1952.  Datang cuaca dingin yang tidak biasa, dikombinasikan dengan antisiklon dan kondisi tanpa angin.

Ini mengumpulkan polutan di udara. Kabut asap begitu tebal sehingga menghalangi sinar matahari dan membuatnya sulit untuk melihat.

Saat itu, warga disarankan untuk tetap di dalam rumah.  Tapi banyak orang mengabaikan saran tersebut dan pergi keluar.

Ternyata, kabut asap menyebabkan gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.

Diperkirakan kabut asap tersebut menewaskan sekitar 12.000 orang, dengan beberapa perkiraan mencapai 40.000.

Apa penyebab Great Smog of London?

Penyebab utama: penggunaan  batubara untuk pemanasan dan memasak. Batubara sumber energi utama bagi banyak rumah dan bisnis di London pada saat itu. Saat dibakar, batubara melepaskan polutan seperti sulfur dioksida dan partikel ke udara.

Kondisi cuaca dingin juga menjadi penyebab penting. Udara dingin dan kurangnya angin menciptakan atmosfir stagnan yang memerangkap polutan.

Letak Geografi London pula ikut berpengaruh. London itu cekungan yang dikelilingi perbukitan. kondisi ini membantu menjebak kabut asap.

Great Smog of London dikenang sebagai  tragedi sekaligus momen perubahan. Ia merenggut nyawa ribuan orang. Namun, ia juga menyebabkan perubahan penting dalam pengendalian polusi udara. 

Di London, Undang-Undang Udara Bersih tahun 1956 disahkan sebagai respon  atas tragedi The Great Smog.

Undang-undang ini menyebabkan pengurangan signifikan pemakaian  batu bara dan sumber polusi udara lainnya.

Pengaruh Great Smog juga menjalar ke negara lain. Di Amerika Serikat, Clean Air Act tahun 1970 telah membantu mengurangi polusi udara dari mobil, pabrik, dan pembangkit listrik.

Di Beijing, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas udara, termasuk mematikan pembangkit listrik tenaga batu bara dan berinvestasi pada transportasi umum.

-000-

Bagaimana dengan polusi udara di Jakarta? Apa penyebab dan solusi? Apa yang harus dikerjakan pemerintah? Apa yang bisa dibantu masyarakat?

Lain di London, lain di Jakarta. Ada sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap polusi udara Jakarta, antara lain:

Emisi kendaraan: Jakarta memiliki populasi lebih dari 11 juta orang. Jumlah kendaraan di jalan terus meningkat. Ini sumber utama polusi udara. Kendaraan  mengeluarkan polutan berbahaya seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan partikel.

Debu konstruksi: Jakarta kota yang berkembang pesat. Banyak kegiatan konstruksi yang dilakukan. Debu konstruksi ini juga berkontribusi terhadap polusi udara.

Pembangkit listrik tenaga uap: Jakarta dikelilingi oleh beberapa pembangkit listrik juga mengeluarkan polutan berbahaya ke udara.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan ada 10 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertenaga batu bara yang berpotensi menyumbang polusi udara di ibu kota.

Sumbangan polusi dari 10 PLTU itu bisa terjadi jika angin bertiup menuju ibu kota.

Pembakaran terbuka: Pembakaran sampah secara terbuka juga merupakan sumber utama polusi udara di Jakarta.

Hasil riset ini menunjukkan sebesar 31 persen aktivitas pembakaran sampah sudah menjadi kebiasaan ibu rumah tangga. Ini karena pelaku tidak ingin mengeluarkan biaya untuk iuran pengangkutan sampah.

Selain itu, terdapat juga miskonsepsi yang berkembang di masyarakat bahwa aktivitas membakar sampah bisa mengusir nyamuk saat malam. Lalu  sisa pembakaran bisa jadi pupuk ke tanaman.

-000-

What next?  Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk kualitas udara lebih baik di Jakarta. Itu antara lain:

Mempromosikan transportasi umum: Pemerintah dapat mempromosikan transportasi umum, seperti bus dan kereta api, untuk mengurangi jumlah mobil di jalan.

Beralih ke sumber energi yang lebih bersih: Pemerintah dapat beralih ke sumber energi yang lebih bersih, seperti energi terbarukan, untuk mengurangi emisi dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

Penegakan peraturan tentang pembakaran terbuka: Pemerintah dapat memberlakukan peraturan tentang pembakaran terbuka untuk mengurangi sumber polusi udara ini.

Berinvestasi dalam teknologi pengendalian polusi udara: Pemerintah dapat berinvestasi dalam teknologi pengendalian polusi udara, seperti filter dan scrubber, untuk mengurangi emisi dari kendaraan dan pabrik.

Publik luas dapat pula berpartisipasi ikut mengurangi polusi udara di Jakarta, dan juga wilayah lain.

Misalnya, mengurangi penggunaan kendaraan, terutama dengan beralih ke angkutan umum atau berjalan kaki/bersepeda. Ibu rumah tangga perlu pula disosialisasikan tidak membakar sampah.

Juga  perlu digalakkan gerakan menanam  pohon. Atau kegiatan menghijaukan lingkungan.  Pohon dan tumbuhan membantu menyerap polutan dan meningkatkan kualitas udara.

Bagi yang memiliki pekarangan rumah, dapat menanam pohon apa saja yang disukai. Bagi yang tinggal di kontrakan atau kos, bisa mulai dengan pot tanaman, diletakkan di beranda.

Salah satu gerakan penanaman pohon paling sukses dalam sejarah adalah Gerakan Sabuk Hijau. Gerakan ini didirikan oleh Wangari Maathai di Kenya pada tahun 1977.

Gerakan ini telah menanam lebih dari 51 juta pohon dan membantu meningkatkan taraf hidup jutaan orang.

Maathai dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2004 untuk pekerjaannya dengan Gerakan Sabuk Hijau. Dia dianggap sebagai pelopor dalam perang melawan deforestasi dan perubahan iklim.

Sekecil apapun, bersama kita dapat membalikkan keadaan. Jangan kita biarkan Jakarta juara dunia untuk polusi udara terlalu lama. Jangan biarkan Jakarta menangis. ***

21 Agustus 2023.

CATATAN

(1). Jakarta Kota Terburuk di Dunia untuk Polusi Udara

https://amp.cnn.com/cnn/2023/08/16/asia/indonesia-pollution-jokowi-cough-intl-hnk/index.html

Berita Terkait