DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Istri Kiai di Jember Curiga, Ada Ruangan Khusus Gunakan Finger Print Diduga Jadi Tempat Mesum di Pondok

image
Ilustrasi ruangan. Istri Kiai di Jember Curiga, Ada Ruangan Khusus Gunakan Finger Print Diduga Jadi Tempat Mesum di Pondok

ORBITINDONESIA- Istri seorang kiai di sebuah pondok pesantren, Kecamatan Ajung Kabupaten Jember curiga dengan aktivitas suaminya bersama santri di sebuah ruangan khusus.

Ruangan khusus di Pondok Pesantren tersebut bahkan terpasang teknologi finger print yang hanya diketahui kiai.

Sebagai seorang istri, ia pun curiga. Apalagi ia tidak mengetahui password untuk masuk ke ruangan khusus tersebut.

Baca Juga: Istri Seorang Kiai di Jember Curiga, Suaminya Mesum dengan Santrinya di Ruangan Khusus Saat Tengah Malam

Rasa penasaran diselimuti curiga akhirnya coba ia beranikan. Ia curiga bahwa suaminya telah selingkuh dengan santrinya. Bahkan ada dugaan pelecehan seksual.

Setelah mengantongi sejumlah bukti dugaan pelecehan seksual kiai terhadap santrinya, akhirnya sang istri melapor ke Polres Jember, Kamis 5 Januari 2023.

Dugaan ini berdasarkan adanya rekaman CCTV.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari mengatakan, dari laporan istri kiai, ada ruangan khusus yang sering digunakan suaminya bersama santri, masuk mulai sekitar tengah malam, keluar pukul 1-3 dini hari.

Baca Juga: Para Ulama Kredibel yang Membolehkan Mengucapkan Selamat Natal

Bahkan sang istri tidak bisa masuk ke ruangan khusus tersebut, karena menggunakan teknologi finger print, juga nomor pin atau password.

"Untuk masuk ke kamar (khusus) di lantai 2 itu menggunakan teknologi IT," kata Vita usai menerima pengaduan, Kamis 5 Januari 2023.

Kunci atau pintu masuk dipasangi alat khusus finger print, juga nomor pin atau password tertentu sehingga sulit untuk masuk ke dalam ruangan itu.

Baca Juga: Piala AFF 2022 : Jawaban PSSI Terkait Perampasan Koreografi Suporter Oleh Paspampres

"Jadi Bu Nyai (istri Kiai) ini melakukan konsultasi ke Polres Jember. Tanya ke bagian PPA Polres Jember. Beliau ini melakukan pengaduan, jika pak kiai ini, disebut sering kalau malam memasukkan santrinya ke dalam ruangan khusus berbentuk kamar atau ruang pribadi pak kiai," katanya.

Selain itu, pihak istri mengaku akhir akhir ini sang kiai memang jarang tidur bersamanya.

Kiai lebih sering di lantai dua. Sementara kamar istrinya berada di lantai satu.

Baca Juga: UWUU... Puri Ungkap Kepribadian Tiko yang Membuatnya Jatuh Cinta: Orangnya Sederhana dan Baik

Anehnya, istri kiai sendiri tidak bisa masuk ke ruangan khusus yang ada di lantai dua, karena tidak mengetahui password untuk masuk.

Kecurigaan sang istri akhirnya mulai terungkap saat dirinya mencoba memeriksa handphone suaminya.

Di dalamnya, terdapat sejumlah rekaman yang mencurigakan. Termasuk suara yang menuju ke unsur tindakan pelecehan.

Baca Juga: Selalu Jadi Mimpi Buruk Bagi Autobots, Megatronus Jadi Inspirasi Jahat Megatron dan para Decepticons

Tidak hanya rekaman suara, sang istri kiai juga telah memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di ruangan tersebut.

Setelah diperiksa, hasilnya mengejutkan. Ia kaget melihat aktivitas suaminya di ruangan khusus tersebut bersama santrinya.

"Nah kebetulan Bu Nyai ini menyampaikan, katanya menyimpan dan mengamankan rekaman video dari kamera CCTV yang ada di dalam kamar khusus itu. Sehingga segala aktivitas di dalam ruangan itu terekam dalam bentuk video," ucapnya.

Kini Polres Jember telah mendatangi Pondok Pesantren yang ada di Ajung tersebut, Kamis 5 Januari 2024.

Sejauh ini, ada beberapa alat bukti yang diamankan. Namun, alat bukti tersebut masih akan dipilih, mana yang berkaitan dan mana yang tidak.

Sementara FH, selaku terlapor, menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah.

FH mengaku apa yang disampaikan istrinya saat laporan ke polres, tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Bahkan, FH menilai hal itu sebagai perbuatan yang keji.

"Itu tidak benar. Itu kegiatan yang biasa dilakukan santri dalam rangka evaluasi. Kegiatan selesai jam 11 malam, jadi evaluasi dilakukan tengah malam," kata FH.

Meski demikian, FH sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti permainan tersebut. FH akan menunjukkan dalam pengadilan bahwa dirinya memang tidak bersalah.***

 

 

Berita Terkait