DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Terungkap, Tipu Daya Wildan Mashuri Aman Cabuli Belasan Santri Ponpes Batang: Dijanjikan Dapat Karomah!

image
Tipu Daya Wildan Mashuri Aman Cabuli Belasan Santri Ponpes Batang

ORBITINDONESIA.COM- Pengasuh Ponpes Batang, Wildan Mashuri Aman tega cabuli belasan santri sendiri, bahkan masih anak di bawah umur.

Kini Polda Jawa Tengah, mengungkap modus yang digunakan Wildan Mashuri Aman untuk tipu daya para santri yang jadi sasaran nafsu bejatnya.

Wildan Mashuri Aman ternyata menjanjikan santri dengan tipu daya akan mendapatkan karomah bila mau bersetubuh dengannya.

Baca Juga: Dijamin Sejuk, Inilah 7 Wisata Pegunungan di Bondowoso dengan Pemandangan Memukau, Bikin Liburan Berkualitas

Modus ini disampaikan langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama dengan Gubernur Ganjar Pranowo ketika konferensi pers.

15 korban santri sebagian besar anak di bawah umur yang mondok di Ponpes di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kasus tersebut dilakukan oleh oknum pengasuh pondok pesantren berinisial Wildan Mashuri Aman terhadap 15 santriwati yang menjadi korban dalam kurun waktu sejak 2019 sampai awal 2023.

Baca Juga: Dr HM Amir Uskara: Don't Cry Indonesia. Pemilu dan Pilpres di Depan Mata

Tindakan cabul ia lakukan di lingkungan ponpes di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

“Modus operandinya santriwati dibangunkan pagi-pagi diajak ke kantin atau TKP lain kemudian pelaku melakukan tindakan asusila,” ujar Luthfi dikutip Orbit Indonesia, Rabu 12 April 2023.

Lebih lanjut, Luthfi menyebutkan jika awal pengaduan yang diterima kepolisian pada 2 April 2023 hingga 10 April 2023 ada 15 santriwati yang mengadu menjadi korban dengan rentang umur 14-24 tahun.

Baca Juga: Buntut Dugaan Permintaan THR ke Pengusaha Bus, BNN Jawa Barat Periksa Kepala BNN Kota Tasikmalaya

“Para korban menurut karena diiming-imingi mendapatkan semacam karomah dari pelaku," ujarnya.

Pertama, para korban menurut sebab pelaku ini sebagai pengasuh pondok.

Kemudian prosesnya seperti ijab kabul, sah sebagai suami istri kemudian disetubuhi.

"Setelah itu diberikan duit, sangu, diminta jangan bilang ke orang tua kalau sudah sah sebagai suami istri. Ini modus operandi pelaku,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi tindakan cepat kepolisian dalam melakukan pengungkapan kasus tersebut.

Ganjar juga mengajak pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk lebih aktif memberikan berbagai edukasi untuk pencegahan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Masalah ini juga akan kita komunikasikan dengan Kemenag dan jadi bahan evaluasi,” ucap Ganjar.***

Dapatkan informasi lainnya dari kami di Google News.

 

Berita Terkait