DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

BREAKING NEWS: Peneliti BRIN yang Ancam Warga Muhammadiyah Ditangkap Bareskrim Polri

image
Sejumlah perwakilan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan komentar Peneliti BRIN yang mengancam warga Muhammadiyah, Jakarta, Selasa, 25 April 2023.

ORBITINDONESIA.COM - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap Andi Pangerang (AP) Hasanuddin, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peneliti BRIN AP Hasanuddin ditangkap atas tuduhan ujaran kebencian terhadap organisasi Muhammadiyah.

Penangkapan peneliti BRIN AP Hasanuddin tersebut dilakukan setelah dilaporkan oleh sejumlah organisasi Muhammadiyah dari berbagai daerah.

Baca Juga: Erik ten Hag Ancam Beri Hukuman Jika Para Pemain Man United Bermain Mengecewakan Kala Melawan Aston Villa

Sejumlah polda yang menerima laporan polisi tersebut, yakni Polda Jatim, Polda DIY, dan Polda Kaltim.

Dilunsir dari kantor berita ANTARA, Minggu, 30 April 2023, Direktur Siber Polri Brigjen Pol. Adi Vivid A Bactiar dikonfirmasi Minggu di Jakarta, membenarkan informasi tersebut.

“Benar bahwa Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri hari ini, Minggu telah melakukan penangkapan terhadap Saudara AP di daerah Jombang, Jawa Timur,” kata Vivid.

Baca Juga: Sinema Spesial Liburan Sore Milly dan Mamet, Perjuangan Sepasang Kekasih untuk Biaya Pernikahan Dipenuhi Drama

Vivid menyebut AP ditangkap atas perkara yang dilaporkan sejumlah pelapor dari Muhammadiyah.

“(Penangkapan) atas perkara yang dilaporkan oleh pelapor dalam hal ini Muhammadiyah,” kata Vivid.

Vivid menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikna keterangan lebih detail terkait penangkapan tersebut dalam konferensi pers.

Baca Juga: Prediksi Pertandingan Fulham vs Man City di Pekan ke 34 Liga Inggris, Bersiap Salip Arsenal di Puncak Klasemen

“Besok (Senin, red) dirilis,” ujarnya.

Sebelumnya, peneliti BRIN Andi Pangerang menggunggah komentar yang bernada ancaman kepada organisasi Muhammadiyah maupun anggotanya.

Komentar yang dimaksud berkaitan dengan postingan peneliti BRIN lain, Thomas Jamaluddin tentang perbedaan jadwal 1 Syawal 1444 H atau pelaksanaan Idul Fitri 2023.

Baca Juga: Rangkuman Lengkap Kasus AKBP Achiruddin, Sosok Polisi yang Biarkan Anaknya Aniaya Orang, Kini Karirnya Hancur

Awalnya Thomas berkomentar bahwa Muhamamdiyah sudah tidak taat pada keputusan pemerintah karena berbeda penetapan Lebaran 2023.

Komentar itu dibalas Andi Pangerang Hasanuddin dengan akun AP Hasanuddin yang bernada sinis dan pengancaman.

Beberapa komentar yang diunggah AP Hasanuddin terkait perbedaan itu viral di media sosial.

Baca Juga: BUKAN MAIN, Youtuber Ini Bagikan Video Nobar Film Dewasa Jepang Bareng Artisnya Langsung, Tarifnya Fantastis

Di antaranya “Saya tidak segan-segan membungkam kalian muhammadiyah yang masih egosentris. Udah disentil sama pak thomas, pak marufin dkk kok masih gak mempan,” tulis AP Hasanuddin.

Kemudian AP Hasanuddin menulis komentar balasan atas unggahan akun Ahmad Fuazan S.

“Perlu saya halalkan gak neh darah darahnya semua muhammadiah? apalagi muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda Kalender Islam Global dari Gema Pembebasan? banyak bacot emang, sini saya bunuh kalian satu-satu. Silahkan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan saya siap dipenjara. Saya capek liat pengaduhan kalian,” tulis AP Hasanuddin.***

Dapatkan informasi menarik lainnya dari ORBITINDONESIA.COM di Google News.

Berita Terkait