DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Inilah Materi di Pesantren Darul At Taubah di Rumah Tahanan Cipinang: Ada Baca Tulis Al Quran Sampai Tafsir

image

ORBITINDONESIA.COM – Pesantren Darul At Taubah yang dibangun di lingkungan Rumah Tahanan Cipinang Jakarta memiliki mata pelajaran mulai baca tulis Al Quran sampai tahfidz.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta Ibnu Chuldun kepada OrabitIndonesia Rabu 10 Januari 2024 pagi, mata pelajaran di pesantren Darul At Taubah ini mengikuti pola pendidikan agama dari Kementerian Agama.

Pembangunan pesantren Darul At Taubah ini adalah kolaborasi antara Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta ini dan Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta.

Baca Juga: Netral dalam Pemilu, Ibnu Chuldun Berjanji Tindak Tegas ASN Kanwil Kemenkumam DKI Terlibat Politik Praktis

Mata pelajaran yang disampaikan pesantren kepada warga binaan di Rumah Tahanan Cipinang mulai dari membaca dan menulis Al Quran, aqidah akhlak, fiqih, tafsir, dan tahfidz Al Quran.

Untuk mata pelajaran membaca dan menulis, santri warga binaan diajar agar bisa membaca huruf hijaiyah dengan benar dan lancar serta memahami kandungan Al Quran.

Mata pelajaran aqidah akhlak salah satunya bertujuan agar santri  waga binaan mengamalkan akhlak terpuji, jujur, sabar, pemaaf, lembah lembut, sederhana, dan ikhlas.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta Bangun Pesantren di Rumah Tahanan Cipinang, Ibnu Chuldun: Mari Kita Rawat

Mata pelajaran fiqih salah satunya bertujuan agar santri bisa melaksanakan rukun islam dengan baik dan benar, mulai dari bersuci dari najis, berwudhu, melaksanakan sholat, bersyahadat, membaca doa sholat dan gerakannya, serta berpuasa dengan benar.

Mata pelajaran tafsir mengajari santri warga binaan agar memiliki  kemampuan menyelesaikan masalah pemahaman ayat Al Quran sesuai metode tafsir yang diakui oleh ulama ahli tafsir.

Mata pelajaran tahfidz bertujuan membekali santri warga binaan menghafal Al Quran kemudian mengamalkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. ***

Berita Terkait