DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Tetap di Level III atau Siaga, Gunung Semeru Mengalami 19 Kali Gempa Letusan

image
Gunung Semeru yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung api Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Senin (22/1/2024) pagi. (ANTARA/HO-PVMBG)

ORBITINDONESIA.COM - Meskipun tetap berstatus Level III atau Siaga, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami sebanyak 19 kali gempa letusan.

Kondisi gempa letusan di Gunung Semeru itu dilaporkan, berdasarkan pengamatan kegempaan pada Senin, 22 Januari 2024, pukul 00.00-06.00 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung api Semeru, Yadi Yuliandi, dalam laporan tertulisnya mencatat, Gunung Semeru mengalami 19 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-21 mm, dan lama gempa 65-140 detik.

Baca Juga: Lihat Banyak Warga Kembali ke Titik Rawan Bencana Semeru, Begini Reaksi Menko PMK Muhadjir Effendy

"Semeru juga mengalami gempa embusan dengan amplitudo 4-6 mm, dan lama gempa 52-75 detik," katanya di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Selain itu juga terekam dalam seismograf bahwa terjadi 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 14-39 mm, S-P 15-16 detik dan lama gempa 39-74 detik.

"Secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur," katanya.  

Baca Juga: Dampak Bencana Lahar Dingin Semeru, Tak Hanya Manusia, Hewan Ternak Juga Diungsikan Lho!

Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu pada Minggu, 21 Januari 2024, periode pengamatan pukul 00.00-24.00 WIB tercatat 69 kali gempa letusan, tiga kali gempa guguran, 13 kali gempa embusan, dua kali harmonik, satu kali gempa vulkanik, dan empat kali gempa tektonik jauh.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, mengatakan Gunung Semeru masih pada Level III atau siaga.

Sehingga dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Baca Juga: Miris, Ribuan Bantuan Makanan Instan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru Dimusnahkan, Ini Penyebabnya

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

Ini karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Kemudian tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Baca Juga: BPBD: Luncuran Awan Panas Semeru Tidak Berdampak ke Permukiman Warga

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil, yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***

 

Sumber: Antara

Berita Terkait