DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Pakar BRIN: Buaya Australia Masuki Perairan Nusa Tenggara Timur dan Berkonflik dengan Manusia

image
Ilustrasi, Buaya berkonflik dengan masyarakat ditangkarkan di Kampung Reklamasi PT Timah Tbk di Air Jangkang Bangka (ANTARA/ HO-Finlan A. Aldan)

ORBITINDONESIA.COM - BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) menyebutkan, buaya di Australia telah memasuki perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia dan telah berkonflik dengan masyarakat di NTT.

"Asal usul buaya yang berkonflik di NTT kemarin berasal dari Australia," kata Herpetolog Senior BRIN Hellen Kurniati, saat menjadi pembicara pada diskusi publik konflik buaya dan manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) secara daring di Pangkalpinang, Rabu, 28 Februari 2024.

Hellen Kurniati mengatakan, dalam mengatasi konflik buaya dan manusia di NTT telah dilakukan berbagai cara, antara lain mengevakuasi buaya-buaya muara yang berkonflik dengan masyarakat ke Penangkaran Buaya BKSD dan mereka juga kewalahan dengan makanan buaya tersebut.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Pria di Manado Tewas Diterkam Buaya Sungai saat Mencari Ikan Malam Hari

Pada akhirnya, pemerintah daerah di NTT melakukan penyelidikan asal usul buaya berkonflik tersebut, kata Hellen, karena buaya ini datang dari laut. Hasil penyelidikan ternyata buaya tersebut berasal dari Australia.

"Kita bersyukur, akhirnya Pemerintah Australia membantu pemerintah daerah di NTT mengevakuasi buaya berkonflik tersebut," ujarnya.

Menurut dia, antara manusia dengan buaya tidak ditakdirkan untuk hidup bersama dan harus ada yang mengalah. Kalau tidak ada yang mengalah, maka akan terus terjadi konflik antara manusia dengan buaya.

Baca Juga: DRAMATIS, Detik-Detik Menegangkan Evakuasi Korban Tewas Diterkam Buaya di Manado, Tim SAR Dikelilingi Buaya

"Konflik antara manusia dengan buaya sudah terjadi di mana-mana dan terakhir saya menangani konflik buaya dan manusia di NTT," katanya.

Ia menyatakan konflik buaya dan manusia ini karena perilaku buaya memang seperti itu dan harus dilakukan berbagai upaya untuk meminimalisir konflik dengan buaya ini.

"Salah satu cara untuk mencegah konflik ini yaitu mengevakuasi buaya-buaya berkonflik ini," kata Hellen Kurniati. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait