DECEMBER 9, 2022
Internasional

Nabil Abu Rudeineh: Bantuan Militer AS ke Israel Sama Dengan Bunuh Ribuan Warga Palestina di Gaza

image
Ilustrasi - Seekor merpati diantara puing-puing serangan Israel ke Gaza. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (27/10/2023) mengesahkan sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. (ANTARA/Xinhua/pri.)

ORBITINDONESIA.COM - Juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh, pada Sabtu, 20 April 2024 mengatakan, persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat AS atas rancangan undang-undang bantuan militer senilai 26 miliar dolar AS (setara Rp421 triliun) kepada Israel sama dengan membunuh ribuan warga Palestina di Gaza, yang terbaru terjadi di Kota Tulkarm, Tepi Barat.

Abu Rudeineh menekankan, “bantuan keamanan AS [kepada Israel] merupakan eskalasi sekaligus agresi yang berbahaya bagi rakyat Palestina, sehingga memberi Israel lampu hijau untuk memperluas cakupan perang hingga melibatkan seluruh negara di kawasan.”

Abu Rudeineh, jubir Presiden Mahmoud Abbas itu, menekankan bahwa stabilitas di Palestina menjadi satu-satunya pintu gerbang menuju stabilitas di kawasan dan dunia.

Baca Juga: Pengamat ISESS Khairul Fahmi: Prabowo Subianto Berperan di Balik Suksesnya Bantuan ke Gaza Palestina

Abu Rudeineh mengecam paket bantuan yang disetujui DPR AS yang mendukung Israel, mempertanyakan kredibilitas AS dalam mencapai keamanan dan stabilitas di Timur Tengah melalui dukungan terhadap pemerintah sayap kanan Israel yang terus menggempur Gaza.

Serangan Israel di Gaza memasuki hari ke-197.

Abu Rudeineh menyebutkan bahwa Israel terus melakukan agresinya di Tulkarm selama tiga hari berturut-turut.

Baca Juga: Presiden Turki Erdogan: Israel Sudah Lampaui Adolf Hitler Karena Tewaskan 14.000 Anak Tak Berdosa di Gaza

Akibatnya, 13 warga negara tewas dan infrastruktur hancur lebur menyusul aksi serupa di Kota Jenin.

Dia juga menegaskan bahwa “AS tetap mendukung pemerintah sayap kanan, yang mendukung serangan penjajah di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, dan berhenti mendukung UNRWA yang membantu pengungsi Palestina”. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait