DECEMBER 9, 2022
Nusantara

Aktivitas Vulkanik Gunung Ruang Kembali Meningkat, Status Level III Siaga Dinaikkan Jadi Level IV Awas

image
Aktivitas erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik terjadi di Gunung Ruang yang terletak di Kabupaten Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Selasa, 30 April 2024. (ANTARA/HO-PVMBG)

ORBITINDONESIA.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG melaporkan adanya kenaikan aktivitas vulkanik dan kegempaan yang terjadi pada Gunung Ruang, yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Kepala PVMBG Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya telah menaikkan status Gunung Ruang dari level III atau siaga menjadi level IV atau awas pada 30 April 2024, pukul 01.30 WITA.

"Masyarakat di sekitar Gunung Ruang agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 6 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang," kata Hendra dalam laporan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Monce Brury: Basarnas Manado Siagakan 24 Personel untuk Penanganan Letusan Gunung Ruang di Sulawesi Utara

Pada 1 sampai 28 April 2024, jumlah kegempaan tercatat sebanyak 6 kali gempa letusan, 15 kali gempa guguran, 1 kali gempa tremor, 1 kali gempa tremor non harmonik, 3 kali gempa tremor menerus.

Kemudian, tercatat pula ada 2.057 kali gempa vulkanik dalam, 1.018 kali gempa vulkanik dangkal, 32 kali gempa tektonik lokal, dan 195 kali gempa tektonik jauh, serta gempa terasa sebanyak 7 kali dengan skala I MMI.

Sedangkan jumlah kegempaan yang tercatat melalui stasiun seismik sepanjang 29 April 2024, pukul 00.00 sampai 24.00 WITA, sebanyak 15 kali gempa guguran, 237 kali gempa vulkanik dangkal, 425 kali gempa vulkanik dalam, 25 kali gempa tektonik lokal, dan 6 kali gempa tektonik jauh.

Baca Juga: Gunung Ruang Masih Keluarkan Asap Vulkanik, Tim SAR Manado Yakinkan Warga untuk Mengungsi

Dalam status level IV itu penduduk yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang masuk dalam radius 6 kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 kilometer.

Penduduk di Pulau Tagulandang khususnya yang bermukim di dekat pantai agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas, dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut atau runtuhan tubuh gunung api ke dalam laut.

"Tingkat aktivitas Gunung Ruang akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum diterbitkan," kata Hendra.

Baca Juga: 327 Pengungsi Erupsi Gunung Ruang, Sulawesi Utara, Tiba di Kota Bitung dengan Kapal TNI AL, KRI Kakap-811

Gunung Ruang merupakan gunung api bertipe strato dan memiliki ketinggian puncak 725 meter di atas permukaan laut sekaligus membentuk pulau tersendiri yang terpisah dengan pulau lainnya.

Pasca erupsi paroksimal tanggal 17 April 2024 pada umumnya mengalami penurunan. Pada 22 April 2024 pukul 09.00 WITA, PVMBG menurunkan tingkat aktivitas Gunung Ruang dari awas menjadi siaga.

Lalu, pada 30 April 2024, pukul 01.30 WITA, PVMBG kembali menaikkan status aktivitas menjadi awas karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan yang terjadi di Gunung Ruang.

Baca Juga: Pasca Erupsi Gunung Ruang, Kasdam XIII Lepas Keberangkatan Satgas Bakti TNI ke Tagulandang, Sulawesi Utara

Sebelum kejadian erupsi di tahun 2024, Gunung Ruang juga pernah mengalami erupsi yang terjadi pada tahun 2002. Kala itu Gunung Ruang mengalami erupsi eksplosif yang disertai awan panas dan mengakibatkan kerusakan lahan dan pemukiman serta mengharuskan pengungsian penduduk.

Gunung Ruang diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi yang berlokasi di Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait