DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Membandingkan Terorisme dan Kontraterorisme di Arab Saudi dan Indonesia

image
Buku Sumanto Al Qurtuby tentang Terorisme dan Kontraterorisme di Arab Saudi dan Indonesia.

 

ORBITINDONESIA - Saat ini, terorisme adalah salah satu fenomena dunia yang paling umum dan menakutkan yang tampaknya tidak seorang pun, masyarakat atau negara dapat melarikan diri darinya. 

Arab Saudi dan Indonesia— yang menjadi fokus studi buku ini—adalah salah satu tempat terburuk di dunia yang memiliki pengalaman pahit aksi teroris.

Sejauh yang terpantau, karya Sumanto Al Qurtuby ini adalah karya ilmiah dan buku akademis pertama yang mencoba membandingkan isu terorisme dan kontraterorisme di Arab Saudi dan Indonesia.

Baca Juga: Selama Musim 2021/2022 Juventus Rugi 250 Juta Euro

Selain beberapa perbedaan (misalnya, bentuk pemerintahan, struktur sosial, karakteristik masyarakat, praktik budaya, tingkat pluralitas etnoreligius),

kedua negara memiliki beberapa kesamaan fitur. Kesamaan ini tak hanya terkait dengan terorisme dan kontraterorisme, tetapi juga masalah lain.

Hal-hal ini pada gilirannya mendorong Sumanto untuk menulis monografi ini. Sebagai contoh, baik Arab Saudi maupun Indonesia adalah negara mayoritas Muslim Sunni. Keduanya juga memiliki ciri khas.

Sementara Indonesia terkenal sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Arab Saudi adalah rumah bagi dua Tempat Suci Muslim: Makkah dan Madinah. Ini menjadikannya sangat istimewa bagi umat IslaBaca Juga: Penghapusan Tes Mata Pelajaran pada SNMPTN Dapat Dukungan Anggota DPRm di seluruh dunia.

Baca Juga: Tidak Cuma Bus, Tarif Angkutan Laut Juga Naik 20 Persen sejak Harga BBM Naik

Menariknya, selain menyandang predikat sebagai “bangsa mayoritas Muslim”, kedua negara tersebut juga menderita akibat terorisme, termasuk terorisme Islamis, dan berbagai bentuk ekstremisme kekerasan.

Menurut Sumanto, dulu banyak komunitas akademik dan non-akademik yang sama-sama menjuluki Arab Saudi dan Indonesia sebagai “sarang terorisme.”

Meskipun demikian, yang menarik, kedua negara telah dianggap sebagai salah satu program perintis paling sukses di dunia dalam memerangi dan mencegah terorisme, termasuk lewat rehabilitasi teroris, pendidikan ulang, dan reintegrasi.

Fakta ini memberikan ujian kritis dari kebijaksanaan konvensional, bahwa kaum militan dan teroris adalah manusia yang tahan terhadap fakta dan paling sulit untuk diubah oleh sekitarnya.

Baca Juga: Kacau, Kasat Narkoba Pasok Narkoba ke Tempat Hiburan Malam, Begini Akibatnya

Tentu saja, keberhasilan sementara ini tidak berarti bahwa kedua negara telah diselamatkan dan diamankan dari ancaman teroris.

Tidak ada negara di dunia yang bisa menjamin perdamaian dan keamanan jauh dari terorisme dan ekstremisme.

Namun setidaknya, pemerintah Arab Saudi dan Indonesia telah mampu menderadikalisasi dan merehabilitasi banyak aktor teroris dan membantu mereka berintegrasi kembali ke masyarakat.

Fokus buku Sumanto ini adalah mengkaji sejarah kompleks dan perkembangan kontemporer bentuk-bentuk terorisme, khususnya terorisme kaum Islamis, beserta aktor, motif, institusi, dan jaringannya. Serta cara memerangi terorisme dan radikalisme di Arab Saudi dan Indonesia.

Baca Juga: Dok! Tidak Dipecat, AKBP Pujiyarto Ditahan 28 Hari dalam Kasus Obstruction of Justice

Buku ini menggarisbawahi pentingnya studi multifaset tentang berbagai aspek terorisme dan kontraterorisme di Selatan Global, yang memberikan perhatian yang sama pada sudut pandang dan pendekatan yang ditawarkan oleh negara (pemerintah) dan non-negara (masyarakat).

Sumanto membahas dan menganalisis isu-isu terorisme dari perspektif komparatif, dengan melihat persamaan dan perbedaan yang terkait dengan terorisme.

Misalnya, faktor, akar, tujuan, pengelompokan, jaringan, dan sebagainya, di kedua negara tersebut, beserta latar belakangnya. 

Sumanto Al Qurtuby, Terrorism and Counter-terrorism in Saudi Arabia and Indonesia. Singapura: Palgraved Macmillan, 2022. Tebal: xiii + 447 halaman.***

 

Berita Terkait