Tren Negatif Media Sosial: Ancaman Nyata bagi Generasi Muda
ORBITINDONESIA.COM – Influencer dan tren negatif di media sosial kini menjadi perhatian utama, mengancam masa depan generasi muda dengan konten berbahaya.
Media sosial telah menjadi ruang yang penuh dengan tren, baik positif maupun negatif. Namun, tren negatif sering kali lebih menarik perhatian, terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih dalam tahap perkembangan. Konten yang sembrono atau berbahaya dapat dengan mudah diakses dan diikuti, berpotensi merusak norma sosial yang telah lama dibangun.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, aksi dari para influencer sering menjadi pusat perhatian. Sebuah studi menunjukkan bahwa anak muda menghabiskan rata-rata tiga jam sehari di platform seperti TikTok dan Instagram. Ini membuka peluang besar bagi tren negatif untuk menyebar luas. Misalnya, tantangan yang merusak atau berbahaya menjadi viral, diikuti tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Meskipun tren ini memberikan hiburan, negara harus waspada terhadap dampak jangka panjangnya. Mengingat pengaruh kuat para influencer, ada kebutuhan mendesak untuk regulasi yang lebih ketat. Sertifikasi untuk influencer dan pembatasan konten bisa menjadi langkah awal yang efektif dalam mengontrol penyebaran tren negatif.
Media sosial seharusnya menjadi alat edukasi, bukan destruksi. Dengan regulasi yang tepat dan keterlibatan aktif pemerintah, kita dapat memanfaatkan tren untuk tujuan positif. Mari kita jadikan media sosial sebagai platform yang mendukung perkembangan generasi muda, bukan sebaliknya. Bagaimana kita, sebagai masyarakat, dapat berperan dalam perubahan ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2025)