Organizational Culture dan Perilaku Kebajikan: Mengungkap Koneksi Tersembunyi
ORBITINDONESIA.COM – Budaya organisasi yang kuat bukan hanya soal nilai perusahaan, tetapi juga berakar pada perilaku karyawan sehari-hari. Sebuah studi terbaru menunjukkan bagaimana budaya organisasi mempengaruhi perilaku kebajikan karyawan secara signifikan.
Dalam era korporasi modern, organisasi menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan perilaku positif di antara karyawan. Banyak perusahaan mengklaim memiliki budaya organisasi yang kuat, namun bagaimana hal ini diterjemahkan ke dalam perilaku kebajikan karyawan masih menjadi tanda tanya besar. Studi ini memberikan wawasan mendalam terkait dinamika tersebut.
Data dari ResearchGate mengungkapkan bahwa budaya organisasi yang inklusif dan suportif berkontribusi pada peningkatan perilaku kebajikan karyawan. Tren ini terlihat jelas dalam organisasi yang menempatkan nilai-nilai keterbukaan dan saling menghargai sebagai prioritas utama. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang merasa dihargai cenderung menunjukkan perilaku pro-sosial yang lebih tinggi, seperti membantu rekan kerja dan bersikap proaktif.
Beberapa ahli berpendapat bahwa investasi dalam budaya organisasi adalah investasi jangka panjang yang fundamental. Namun, tidak semua organisasi melihat pentingnya hal ini. Ada pandangan bahwa perilaku kebajikan adalah hasil dari pengelolaan individu, bukan semata-mata budaya organisasi. Meskipun demikian, bukti kuat menunjukkan hubungan erat antara keduanya.
Menutup perenungan ini, kita dihadapkan pada pertanyaan penting: Seberapa jauh kita menganggap serius budaya organisasi dalam memengaruhi perilaku karyawan? Apakah perusahaan siap berinvestasi lebih dalam budaya yang mendukung kebajikan? Pilihan ada di tangan mereka, dan keputusan ini akan membentuk masa depan tempat kerja modern.
(Orbit dari berbagai sumber, 14 September 2025)