Diskriminasi di Tempat Kerja: Kasus Raymond Nevin dan Komunitas Traveller
ORBITINDONESIA.COM – Kasus diskriminasi di tempat kerja kembali mencuat setelah Raymond Nevin, seorang salesman dari komunitas Traveller, memenangkan kompensasi €7.500 terkait ujaran kebencian di perusahaan tempatnya bekerja.
Raymond Nevin, yang baru bekerja selama dua setengah minggu di CPF (Profiles) Ltd, mengundurkan diri setelah mendengar pernyataan merendahkan dari direktur utama yang menyudutkan komunitas Traveller. Kasus ini menyoroti isu diskriminasi yang masih marak di lingkungan kerja.
Penggunaan istilah 'pikeys' dan 'tinkers' di lingkungan kerja menunjukkan adanya budaya yang mentolerir diskriminasi. WRC menemukan adanya 'budaya dan toleransi' terhadap penggunaan istilah merendahkan ini di CPF (Profiles) Ltd. Keputusan WRC yang mengabulkan kompensasi untuk Nevin menunjukkan langkah maju dalam menegakkan hukum kesetaraan kerja.
Diskriminasi berbasis etnisitas di lingkungan kerja bukanlah isu baru, namun kasus ini menegaskan perlunya kesadaran dan perubahan budaya perusahaan. Pernyataan direktur utama yang dianggap 'bercanda' menunjukkan kurangnya kesadaran akan dampak nyata dari diskriminasi verbal.
Kasus Raymond Nevin menjadi pengingat pentingnya lingkungan kerja yang inklusif dan adil. Langkah kecil seperti ini dapat menjadi katalis perubahan besar untuk masa depan tanpa diskriminasi. Apakah perusahaan lain akan belajar dari kasus ini dan mulai merombak budaya mereka?
(Orbit dari berbagai sumber, 15 September 2025)