FAAA dan Kontroversi Klausul Non-Bersaing: Dilema Baru Bagi PY
ORBITINDONESIA.COM – Keputusan Financial Advice Association Australia (FAAA) untuk mendukung klausul non-bersaing bagi penasihat tahun profesional (PY) menuai kritik tajam. Langkah ini dianggap menjebak kandidat dalam situasi sulit dengan pemberi kerja dan menghalangi calon baru masuk ke dalam profesi ini.
FAAA baru-baru ini mengajukan saran kepada Treasury bahwa pemberi kerja harus dapat menerapkan periode non-bersaing hingga dua tahun untuk penasihat PY. Hal ini bertentangan dengan pengumuman awal oleh Partai Buruh yang berniat menghapus klausul non-bersaing bagi pekerja dengan pendapatan di bawah $175,000 mulai 2027. FAAA beralasan bahwa kepentingan pekerja harus seimbang dengan kepentingan bisnis pemberi kerja.
FAAA berargumen bahwa tindakan ini akan mendorong bisnis kecil untuk menerima PY, mengingat ketidakpastian mereka akan direbut setelah menyelesaikan pelatihan. Namun, banyak penasihat mempertanyakan alasan FAAA mengambil sikap ini. Nathan Fradley, penasihat keuangan independen, menyatakan bahwa memperkenalkan klausul non-bersaing bagi PY hanya akan menambah hambatan dalam profesi yang sudah kekurangan tenaga kerja ini. Hal ini bisa membuat profesi semakin stagnan dan menurunkan minat calon baru.
Kritik terhadap proposal ini tidak hanya datang dari praktisi tetapi juga dari direktur perusahaan. Peter Worn dari Finura Group menilai bahwa menempatkan bakat yang sedang berkembang dalam situasi seperti sandera bertentangan dengan esensi profesionalisme. Sementara itu, Jackson Raddysh, penasihat sementara di PrimeAdvisory, menambahkan bahwa klausul ini akan memperlambat proses perekrutan karena kandidat akan merasa terikat pada perusahaan hingga selesai PY. Ini bisa mengurangi motivasi dan kebebasan memilih bagi para kandidat.
Meskipun FAAA mengklaim bahwa langkah ini bertujuan untuk melindungi investasi pelatihan pemberi kerja, banyak yang merasa bahwa ini justru memperburuk krisis tenaga kerja dalam profesi ini. Sebagai penutup, penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan cara lain dalam mempertahankan bakat, seperti memberikan insentif finansial dan peluang pengembangan karier. Apakah langkah ini akan menguntungkan profesi dalam jangka panjang atau justru menjebak para calon PY dalam kondisi yang tidak menguntungkan? (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2025)