Brookfield Asset Management: Masa Depan Cerah di Tengah Penurunan Saham?
ORBITINDONESIA.COM – Brookfield Asset Management, raksasa pengelolaan aset asal Kanada, menyaksikan penurunan saham meski pertumbuhan bisnisnya menjanjikan.
Brookfield Asset Management telah menunjukkan kinerja saham yang kuat dalam setahun terakhir, seiring dengan indeks S&P 500 yang naik sekitar 15%. Namun, dalam tiga bulan terakhir, minat investor mulai mereda dengan saham Brookfield turun sedikit sementara pasar mengalami kenaikan hampir 7%.
Brookfield mengelola aset senilai sekitar $1,1 triliun dengan modal berbasis biaya sekitar $560 miliar. Fokus utamanya adalah pada infrastruktur, tetapi telah memperluas jangkauan ke energi terbarukan, real estat, ekuitas swasta, dan kredit. Perusahaan ini menargetkan pertumbuhan modal berbasis biaya hingga $1,2 triliun pada 2030, dengan perkiraan peningkatan pendapatan terkait biaya sebesar 17% per tahun.
Brookfield memandang aset alternatif sebagai pendorong utama pertumbuhan, didorong oleh permintaan kuat dari investor institusi, kemitraan korporat, dan pemerintah. Meski investor individu turut serta, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang signifikan di segmen ini.
Pertanyaannya adalah apakah Brookfield dapat memenuhi target ambisiusnya dalam iklim ekonomi yang berubah-ubah. Jika berhasil, prospek kenaikan lebih lanjut dalam sahamnya bisa menjadi kenyataan. Namun, investor harus tetap waspada terhadap dinamika pasar global yang dapat mempengaruhi rencana jangka panjang Brookfield.
(Orbit dari berbagai sumber, 23 Oktober 2025)