DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Heboh Penyakit Ginjal Misterius, 4 Obat Batuk Ini Diduga Penyebabnya

image
Ilustrasi, ada empat obat batuk buatan India yang diindikasikan sebagai penyebab dari penyakit ginjal misterius


ORBITINDONESIA – Kasus penyakit gangguan ginjal akut misterius pada anak alami peningkatan beberapa bulan terakhir. Terbukti lonjakan signifikan terjadi sepanjang Agustus dan September.

Kasus gangguan ginjal akut misterius ini disebut sudah ada sejak Januari 2022, namun mulai melonjak di periode Agustus dan September. Sejauh ini belum ada pasien gagal ginjal kronik yang harus cuci darah rutin.

Penyakit ini terjadi secara mendadak dan memiliki kondisi perburukan yang lebih cepat dari perkiraan, hal inilah yang membuatnya sebagai ‘penyakit ginjal misterius’

Baca Juga: Gagal Ginjal Akut Hantui Anak Indonesia, Waspadai Gejala ini

Sampai saat ini, mayoritas penyakit ginjal misterius di Indonesia di alami pada anak usia di bawah lima tahun.

Penyakit ginjal misterius pada anak Indonesia ini memunculkan dugaan kaitannya dengan obat batuk pabrikan India.

Badan kesehatan dunia, WHO telah keluarkan peringatan global untuk empat sirup obat batuk dan demam yang diduga berkaitan dengan kemtian 66 anak di Gambia. Keempat obat sirup tersebut yakni, Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.

Baca Juga: Manfaat Daun Cilantro Bagi Kesehatan Kulit yang Perlu Kamu Tahu

WHO sebut, keempat obat diproduksi oleh perusahaan India, Maiden Pharmaceuticals, yang diduga tidak memiliki jaminan keamanan.

Analisa laboratorium dari sampel empat produk tersebut menujukkan bahwa semua obat sirup tersebut mengandung dietilen glikol dan etilen glikol sebagai kontaminan yang jumlahnya melebihi batas aman sehingga bisa menjadi racun dan menyebabkan cedera ginjal akut.

Orangtua korban mengungkapkan bagaimana anak-anak mereka berhenti buang air kecil setelah diberi salah satu obat sirup tersbeut, membuat kondisi anak memburuk, upaya untuk menyelamatkan hidup mereka tidak lagi membuahkan hasil. ***

Berita Terkait