Protes Iran: Ketegangan dan Harapan di Tengah Krisis Mata Uang
ORBITINDONESIA.COM – Protes menyebar ke seluruh Iran, menuntut perubahan di tengah krisis ekonomi yang semakin parah.
Pada hari kelima protes di Iran, kemarahan atas kejatuhan mata uang memicu kerusuhan di berbagai kota, termasuk Lordegan, Teheran, dan Marvdasht. Berbagai laporan mengindikasikan adanya bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan, dengan korban jiwa di beberapa lokasi.
Protes ini mengingatkan pada aksi serupa setelah kematian Mahsa Amini pada 2022, meski kali ini tidak sebesar itu. Kejatuhan nilai mata uang Iran terhadap dolar AS menjadi pemicu utama, merambah dari pedagang ke mahasiswa, dan menyebar ke beberapa kota dengan tuntutan yang semakin keras terhadap penguasa agama di negara tersebut.
Pemerintah menghadapi dilema besar: mendengarkan tuntutan rakyat atau mempertahankan stabilitas dengan kekuatan. Presiden Masoud Pezeshkian menunjukkan sinyal keterbukaan atas tuntutan 'legitimate' para demonstran, namun peringatan dari jaksa agung menggambarkan respons keras terhadap ancaman stabilitas.
Di tengah ketidakpastian, Iran berdiri di persimpangan jalan. Pertanyaannya adalah apakah pemerintah akan dapat mengatasi krisis ini dengan bijak atau malah memperburuk situasi. Keputusan yang diambil saat ini akan menentukan masa depan negara tersebut.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Januari 2026)