Bitcoin Tembus US$ 97.000: Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

ORBITINDONESIA.COM – Bitcoin baru saja mencatat rekor baru dengan harga menembus US$ 97.000, memancing perhatian investor global dan lokal. Lonjakan ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apa yang memicu kenaikan harga yang drastis ini?

Bitcoin, mata uang kripto yang paling dikenal, telah mengalami berbagai fluktuasi harga selama dekade terakhir. Namun, lonjakan baru-baru ini menembus batas psikologis yang belum pernah tercapai sebelumnya. Ini menimbulkan spekulasi tentang kekuatan pasar dan faktor apa yang sebenarnya mempengaruhi harga.

Kenaikan harga Bitcoin kali ini dipicu oleh beberapa faktor utama. Pertama, adopsi institusional yang meningkat, di mana perusahaan besar mulai memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka sebagai aset lindung nilai. Kedua, ketidakpastian ekonomi global dan inflasi yang mendorong investor mencari alternatif investasi. Menurut data dari CoinMarketCap, volume perdagangan harian Bitcoin juga mencapai puncaknya, menunjukkan minat yang tinggi dari pasar.

Sementara beberapa analis percaya bahwa ini adalah awal dari era baru untuk Bitcoin, yang lain memperingatkan tentang risiko gelembung spekulatif. Seorang analis dari JP Morgan mengatakan bahwa harga saat ini terlalu didorong oleh sentimen daripada fundamental. Di sisi lain, para pendukung Bitcoin berpendapat bahwa mata uang kripto ini menawarkan solusi untuk sistem keuangan tradisional yang terfragmentasi.

Kenaikan harga Bitcoin ke level tertinggi sepanjang masa ini menandakan potensi besar dan risiko yang menyertainya. Bagi investor, pertanyaan pentingnya adalah apakah ini waktu yang tepat untuk berinvestasi ataukah kita sedang menghadapi pasar yang terlalu panas. Dengan perkembangan ekonomi yang terus berubah, keputusan investasi harus diambil dengan hati-hati dan berdasarkan analisis yang matang.

(Orbit dari berbagai sumber, 17 Januari 2026)