Perbaikan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera: Tantangan dan Solusi
ORBITINDONESIA.COM – Pasca bencana banjir dan longsor di Sumatera, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melaporkan perkembangan signifikan. Kini, akses darat sudah pulih, meski tantangan perbaikan infrastruktur masih mengemuka.
Bencana alam yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh meninggalkan kerusakan parah pada infrastruktur. Dengan 99 jalan dan 33 jembatan nasional terdampak, upaya pemulihan menjadi prioritas utama pemerintah.
Pemerintah melaporkan 72% jalan daerah sudah berfungsi kembali, namun hanya 12% jembatan daerah yang bisa digunakan. Hambatan utama adalah kebutuhan peralatan khusus untuk memperbaiki kerusakan parah, seperti jembatan bailey dan Aramco. Selain itu, normalisasi 121 sungai nasional menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk mengatasi sedimen yang menutup muara-muara.
Keputusan pemerintah untuk bekerja sama dengan TNI, Polri, dan masyarakat lokal menunjukkan pendekatan kolaboratif yang esensial dalam situasi krisis. Namun, tantangan logistik dan teknis, seperti alat berat yang terbatas, menguji kemampuan respons cepat dan efektif dari pihak terkait.
Perbaikan infrastruktur pascabencana adalah perjalanan panjang yang membutuhkan koordinasi dan sumber daya optimal. Masyarakat berharap agar pemulihan ini menjadi momentum untuk membangun ketahanan yang lebih baik terhadap bencana di masa depan.
(Orbit dari berbagai sumber, 17 Januari 2026)