Psikologi Perceraian: Perspektif Roy Marten dan Dinamika Pernikahan

ORBITINDONESIA.COM – Roy Marten, aktor senior Indonesia, mengungkapkan pandangan mendalam tentang perbedaan psikologis antara suami dan istri saat menghadapi perceraian. Perspektifnya mengungkapkan ambang batas kesabaran yang berbeda antara pria dan wanita.

Pernikahan tidak selalu berjalan mulus. Konflik rumah tangga sering menjadi pemicu perceraian. Roy Marten, dengan pengalamannya, menyoroti bagaimana pria dan wanita merespons masalah ini secara berbeda.

Roy percaya ketika wanita meminta cerai, itu adalah keputusan final yang telah dipikirkan matang-matang. Sebaliknya, pria seringkali menggunakan kata cerai sebagai gertakan. Data menunjukkan bahwa 70% inisiator perceraian adalah wanita, menegaskan pandangan Roy tentang ambang batas kesabaran yang berbeda.

Perspektif Roy Marten mengajak kita merefleksikan bagaimana peran gender mempengaruhi dinamika rumah tangga. Pandangan ini menantang kita untuk memahami bahwa pernikahan, seperti anggur, memiliki fase yang harus dihadapi dengan kesiapan mental yang matang.

Pernikahan yang sukses membutuhkan komunikasi dan pemahaman yang dalam antara pasangan. Seperti nasihat Roy Marten, sebaiknya kita belajar membaca sinyal dan memahami perbedaan psikologis dalam hubungan. Pertanyaan yang patut direnungkan: Apakah kita siap menghadapi tantangan dalam pernikahan dengan bijak?

(Orbit dari berbagai sumber, 18 Januari 2026)