Militer Suriah Kuasai Deir Hafer: Konflik dan Diplomasi di Aleppo

ORBITINDONESIA.COM – Militer Suriah mengklaim kemenangan di Deir Hafer, menandai babak baru dalam konflik sengit di Aleppo.

Konflik antara militer Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi terus memanas. SDF, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah berusaha mempertahankan kendali di wilayah strategis ini. Namun, tekanan dari militer Suriah dan seruan dari negara-negara sahabat membuat SDF terpaksa menarik mundur pasukannya.

Pengambilalihan Deir Hafer oleh militer Suriah menunjukkan strategi agresif Damaskus dalam mengkonsolidasikan kekuasaan di wilayah utara. Sebelumnya, bentrokan mematikan di Aleppo memaksa ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka. Komitmen pemimpin Kurdi, Mazloum Abdi, untuk mundur pada 17 Januari 2026 menyoroti peran diplomasi internasional dalam mengatur dinamika konflik ini.

Kendali militer penuh di Deir Hafer tidak hanya menjadi kemenangan taktis bagi Suriah tetapi juga menyoroti kegagalan implementasi perjanjian yang ada. Ketidakpatuhan militer Suriah terhadap ketentuan penarikan SDF menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas diplomasi internasional. Apakah ini menunjukkan bahwa kekuatan militer tetap menjadi faktor dominan di atas meja perundingan?

Penguasaan Deir Hafer oleh militer Suriah menggarisbawahi kompleksitas konflik Aleppo. Dalam krisis ini, peran diplomasi internasional dan kepatuhan terhadap perjanjian menjadi kunci. Bagaimana dunia internasional merespons situasi ini dapat menentukan masa depan kawasan yang telah lama dilanda perang ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 19 Januari 2026)