Perombakan Manajemen BWPT: Menuju Stabilitas Finansial

ORBITINDONESIA.COM – Langkah berani PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dalam merombak jajaran manajemen bisa jadi penentu masa depan perusahaan sawit ini. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, BWPT mengumumkan restrukturisasi yang bisa mengubah arah perusahaan.

BWPT, sebagai emiten perkebunan sawit, menghadapi tantangan besar dengan tingginya rasio utang berbunga yang mencapai Rp4,4 triliun. Kondisi ini menekan performa keuangan dan memerlukan tindakan strategis untuk menghindari risiko lebih lanjut. Perubahan struktur manajemen dianggap sebagai langkah awal dalam mengatasi masalah ini.

Riset dari Samuel Sekuritas mengindikasikan bahwa restrukturisasi neraca dan penguatan operasional adalah katalis utama untuk prospek jangka menengah hingga panjang BWPT. Dengan penurunan utang berbunga yang ditargetkan menjadi Rp2,9 triliun pada 2027, BWPT berencana menurunkan rasio net gearing dari 180 persen ke 73 persen, sebuah langkah yang dapat meningkatkan kesehatan finansial perusahaan.

Penunjukan manajemen baru, termasuk anggota dari FELDA, menandakan komitmen BWPT dalam memperbaiki struktur permodalan dan kinerja keuangan. Langkah ini tidak hanya menandai awal dari fase deleveraging tetapi juga menunjukkan upaya perusahaan untuk menciptakan struktur keuangan yang lebih berkelanjutan. Keberhasilan langkah ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang menghadapi tantangan serupa.

Perubahan yang dilakukan BWPT adalah refleksi dari kebutuhan mendesak untuk adaptasi dan inovasi dalam lingkungan bisnis yang terus berubah. Pertanyaannya adalah, apakah langkah ini cukup untuk memastikan kesuksesan jangka panjang perusahaan? Atau, adakah strategi tambahan yang perlu diadopsi untuk memperkuat posisi BWPT di pasar global?

(Orbit dari berbagai sumber, 19 Januari 2026)