Kontroversi QME Israel: Implikasi bagi NATO dan Turki

ORBITINDONESIA.COM – Keputusan Israel untuk memperluas keunggulan militernya terhadap Turki menuai kritik keras, mengancam stabilitas aliansi NATO.

Keunggulan militer kualitatif (QME) Israel telah menjadi topik panas di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah. Didesain untuk memastikan Israel tetap unggul di antara negara-negara tetangganya, QME kini diperdebatkan setelah upaya untuk memperluasnya ke Turki, anggota NATO.

Menurut Josh Paul, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, penerapan QME pada Turki tidak hanya salah kaprah, tetapi juga berpotensi merusak keunggulan militer NATO. Data menunjukkan bahwa Turki, dengan populasi yang besar dan posisi strategis, memainkan peran kunci dalam aliansi tersebut. Menghalangi Turki dari mendapatkan F-35 dapat memperlemah posisi NATO terhadap Rusia.

Paul mengkritik keras kebijakan ini, menyatakan bahwa fokus Israel pada hegemoninya di Timur Tengah tidak seharusnya mengganggu dinamika NATO. Israel, dengan pengaruhnya yang besar di Washington, harus mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari tindakannya terhadap stabilitas global.

Dengan latar belakang ketegangan geopolitik yang semakin meningkat, penting untuk mempertimbangkan kembali kebijakan QME Israel. Pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana negara-negara NATO akan merespon kebijakan ini dan apa dampaknya bagi keamanan kolektif mereka. Apakah keseimbangan kekuatan di kawasan ini dapat bertahan?

(Orbit dari berbagai sumber, 20 Januari 2026)