Puisi Ummi Sulis: Saat Tuhan Sengaja Kautipu
ORBITINDONESIA.COM - Bagimu, sekarang ini agama tak penting
Duit lebih penting meski harus pontang-panting
Sana-sini menggunting
Yang penting bunyi klunting
Sebagai penanda notifikasi berhasil melewati berbagai roasting
Cuap-cuap kosong tanpa makna melingkari deru ritmemu yang makin melengking
Lengking tanpa kau sendiri pahami retorika ujaran bias yang makin sinting
Memaksa gendang telinga menerima getaran resonansi yang menjadi tugas kuping
Lengking yang makin nyaring
Semua berkolaborasi dari organ-organmu tanpa pernah disaring
Tuhan entah jadi nomor berapa
Saat duit menjadi yang maha kuasa
Kantongmu penuh sesak fulus-fulus yang dijejalkan atas nama membela
Membela apa? Membela yang bayarannya dapat membeli beberapa nyawa
Nyawa apa? Yah, nyawa dari kambing hitam sebuah konspirasi bertema cinta
Istanamu dibangun di atas keringat, darah, dan air mata
Intan berlianmu bisa jadi nanti adalah bahan bakar terbaik untuk memanggang kesombongan penuh pura-pura
Saat Tuhan saja Kautipu dengan bahagia
Lantas Tuhanmu yang sesungguhnya adalah siapa?
Akankah perputaran roda kembali ke zaman Firaun yang binasa, atau Namrud yang sombong meregang nyawa
Bisa jadi sejarah Attaturk di Turki yang tak diterima bumi kembali ada
Atau Ariel Sharon yang perlahan membusuk meski masih bernyawa
Betapa sakit dan mengerikannya
Berapa banyak orang yang termakan fitnah, dipenjara, hingga meregang nyawa
Apakah para ulama sudah tak berguna?
Negeri porak poranda dikacaubalaukan tanpa jenak seperti semula
Segalanya telah dikebiri tanpa sisa
Saat Tuhan Sengaja Kautipu dengan sejuta pesona tanpa jiwa
Mungkin engkau bertuhan dengan dirimu yang makin hilang wibawa
Isi kitab suci sudah tak penting lagi saat sumpah yang kauucapkan dengan lantang atas nama Allah tenggelam bersama hati yang mati rasa
Duniamu hanya kini, bukan nanti yang menjadi sebagian besar harapan manusia setelahnya
Seakan lupa, bila semua sementara
Bahwa masa kembali akan menanti di alam baka
Fajar Indah, 20 Januari 2026
Ummi Sulis, penulis dan juga Guru di SDN 3 Pulau Besar Bangka Selatan.