Perjalanan Bersejarah Zelensky ke Davos: Upaya Perdamaian di Tengah Konflik

ORBITINDONESIA.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menempuh perjalanan malam untuk mencapai Davos, menghadapi tantangan besar di tengah krisis energi di Kyiv akibat serangan Rusia.

Konflik berkepanjangan di Ukraina telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur besar-besaran, terutama di Kyiv, di mana banyak wilayah kehilangan akses listrik dan pemanas selama musim dingin yang ekstrem. Sementara itu, diskusi mendalam terus dilakukan untuk mencapai solusi damai, dengan Zelensky mengungkapkan bahwa rencana 20 poin AS untuk mengakhiri perang hampir rampung.

Zelensky bersedia menarik pasukan hingga 40 km dari 25% wilayah Donetsk yang masih dikendalikan Ukraina untuk menciptakan zona ekonomi di Donbas, asalkan Rusia melakukan hal yang sama. Namun, keinginan Rusia untuk menguasai seluruh wilayah tersebut dan kendali atas pembangkit nuklir Zaporizhzhia tetap menjadi penghalang utama. Pembicaraan di Davos melibatkan tokoh-tokoh penting Ukraina, menandakan seriusnya upaya diplomasi ini.

Meskipun ada upaya diplomasi dari pihak Ukraina dan AS, ambisi Rusia yang masih kuat untuk menguasai wilayah timur Ukraina mempersulit proses perdamaian. Kompromi yang diusulkan Zelensky menunjukkan fleksibilitas strategi Ukraina, namun tantangan besar tetap ada dalam mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak.

Perjalanan Zelensky ke Davos menandai langkah penting dalam upaya perdamaian, tetapi pertanyaan besar tetap ada: akankah kompromi ini cukup untuk menghentikan konflik? Dunia menunggu hasil pembicaraan ini dengan harapan akan tercapainya perdamaian yang langgeng.

(Orbit dari berbagai sumber, 25 Januari 2026)