Banjir Jakarta: Ancaman Leptospirosis Mengintai

ORBITINDONESIA.COM – Banjir kembali melanda Jakarta, merendam ratusan RT dan jalan utama. Di tengah bencana ini, ancaman penyakit leptospirosis mengintai warga yang terpaksa berkegiatan di area tergenang.

Banjir yang melanda Jakarta pada 23 Januari 2026 disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat genangan air terjadi di 143 RT dan 16 ruas jalan. Tinggi air mencapai lebih dari satu meter di beberapa wilayah, seperti Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Pemprov DKI telah mengeluarkan imbauan mengenai leptospirosis, penyakit berbahaya yang sering muncul pascabanjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan melalui air atau lumpur yang terkontaminasi urine tikus. Data dari Dinas Kesehatan menyebutkan gejala muncul antara 2 hingga 30 hari setelah paparan.

Leptospirosis sering dianggap sepele, padahal bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Banyak warga yang tidak menyadari risiko ini dan mengabaikan gejala awal, seperti demam mendadak dan nyeri otot. Kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit ini perlu ditingkatkan melalui edukasi yang lebih efektif.

Pencegahan menjadi kunci untuk menghindari leptospirosis, terutama di musim banjir. Menggunakan sarung tangan dan sepatu bot, serta mencuci tangan dengan sabun adalah langkah sederhana namun penting. Jika gejala muncul, segera kunjungi fasilitas kesehatan. Kesadaran dan tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa di tengah bencana ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 25 Januari 2026)