Trump Picu Kemarahan Inggris dengan Pernyataan Kontroversial NATO

ORBITINDONESIA.COM – Komentar kontroversial Presiden AS Donald Trump mengenai peran pasukan NATO di Afghanistan memicu reaksi keras dari pemerintah Inggris.

Inggris bereaksi keras terhadap pernyataan Trump yang menyebutkan bahwa tentara NATO tidak berada di garis depan di Afghanistan. Pernyataan ini dianggap mengabaikan pengorbanan 457 tentara Inggris yang gugur di sana.

Pasca serangan 11 September 2001, Inggris dan sekutunya ikut serta dalam operasi militer di Afghanistan yang dipimpin AS. Aktivasi pasal 5 NATO menjadi bukti dukungan kolektif yang diabaikan Trump. Inggris merasa terhina atas pernyataan yang meremehkan kontribusi mereka.

Stephen Kinnock dan Emily Thornberry menilai komentar Trump sebagai penghinaan terhadap keluarga korban. Mereka menekankan pentingnya mengakui sejarah dan pengorbanan nyata sekutu NATO, yang tak bisa diabaikan demi retorika politik semata.

Pernyataan Trump memicu pertanyaan tentang bagaimana pemimpin dunia seharusnya menghargai aliansi dan pengorbanan bersama. Apakah retorika politik dapat mempengaruhi hubungan diplomatik yang telah terjalin lama?

(Orbit dari berbagai sumber, 27 Januari 2026)