Perebutan Greenland: Antara Strategi Militer dan Sumber Daya Alam

ORBITINDONESIA.COM – Greenland, dengan kekayaan sumber daya alamnya, menjadi pusat perhatian dunia. Amerika Serikat dan Rusia menunjukkan minat yang besar terhadap wilayah ini, menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang paling membutuhkan Greenland.

Greenland, meskipun jauh dan dingin, menyimpan kekayaan alam yang menggoda. Sumber daya seperti seng, tembaga, dan mineral tanah jarang menjadikannya rebutan. Undang-Undang Pemerintahan Mandiri tahun 2009 mengalihkan kontrol sumber daya ke otoritas lokal, menarik perhatian global.

Minat AS terhadap Greenland bukan sekadar soal sumber daya. Lokasi strategisnya di Arktik menawarkan keuntungan militer yang signifikan. Namun, ketegangan dengan sekutu Eropa meningkat, terutama setelah pernyataan Trump yang kontroversial tentang akuisisi Greenland.

Sementara Rusia menyatakan ketidakpedulian, AS terus memandang Greenland sebagai jawaban terhadap ancaman dari Rusia dan China. Namun, sikap AS ini menimbulkan pertanyaan tentang motivasi sebenarnya di balik manuver ini. Apakah benar demi keamanan, atau lebih ke arah eksploitasi sumber daya?

Perebutan Greenland mencerminkan dinamika geopolitik yang kompleks. Apakah langkah AS dan respons Rusia hanya permainan catur kekuasaan atau ada kepentingan lain yang tersembunyi? Hanya waktu yang akan memberi jawaban pasti atas teka-teki ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 27 Januari 2026)