Harga Minyak Dunia Naik, Geopolitik dan Permintaan Jadi Pemicu

ORBITINDONESIA.COM – Awal 2026 menandai kebangkitan harga minyak mentah dunia, terimbas oleh ketegangan geopolitik dan prediksi permintaan yang kian meningkat.

Meski pasokan minyak mentah dunia masih dalam kondisi surplus, harga komoditas ini terus merangkak naik. Situasi ini terjadi di tengah kekhawatiran terhadap stabilitas geopolitik di kawasan-kawasan produsen minyak utama. Selain itu, proyeksi peningkatan permintaan dari berbagai negara turut menambah tekanan pada harga.

Data menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah serta kebijakan energi di Eropa telah mempengaruhi pasar minyak. Sementara itu, laporan dari Badan Energi Internasional memprediksi kenaikan permintaan global sebesar 2,5% pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan peningkatan aktivitas industri di negara berkembang.

Kenaikan harga minyak ini memunculkan berbagai spekulasi di kalangan analis dan pelaku industri. Sebagian melihatnya sebagai sinyal pemulihan ekonomi global, sementara yang lain mewaspadai dampak inflasi pada biaya hidup. Apa pun perspektifnya, situasi ini menuntut kebijakan energi yang lebih adaptif dan beragam.

Melihat perkembangan ini, penting bagi negara-negara konsumen untuk mempertimbangkan diversifikasi sumber energi. Ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada minyak dan mengantisipasi gejolak pasar di masa depan. Apakah ini saatnya bagi dunia untuk serius berinvestasi pada energi terbarukan?

(Orbit dari berbagai sumber, 27 Januari 2026)