Trump dan Dewan Perdamaian: Harapan Baru atau Sekadar Ambisi Politik?

ORBITINDONESIA.COM – Ketika Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian, dunia menyaksikan dengan campuran harapan dan skeptisisme. Tanpa penyebutan Gaza, apakah ini langkah konkret menuju perdamaian atau sekadar ambisi politik?

Di tengah konflik global yang semakin kompleks, upaya menciptakan perdamaian menjadi semakin mendesak. Dewan Perdamaian yang dipelopori oleh Trump berjanji untuk menghadirkan solusi baru. Namun, absennya Gaza dalam piagam ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen nyata terhadap isu-isu krusial.

Piagam Dewan Perdamaian menekankan pentingnya pragmatisme dan kemitraan berkelanjutan. Dengan keanggotaan eksklusif dan kontribusi finansial yang besar, hanya negara-negara tertentu yang dapat bergabung. Apakah ini berarti solusi elit yang mengabaikan kebutuhan rakyat di lapangan?

Banyak pihak meragukan efektivitas Dewan ini. Tanpa fokus pada Gaza, salah satu wilayah paling berkonflik, skeptisisme semakin kuat. Apakah ini menunjukkan bahwa Dewan lebih peduli pada kepentingan politik daripada perdamaian sejati?

Inisiatif ini harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Dunia menunggu apakah Dewan Perdamaian dapat melampaui retorika politik dan benar-benar menciptakan perubahan positif. Apakah ini awal dari perdamaian atau sekadar langkah politik lain yang tidak berarti?

(Orbit dari berbagai sumber, 28 Januari 2026)