Misteri 'Kota yang Hilang' di Dasar Laut Arktik: Kehidupan dan Penemuan Baru

ORBITINDONESIA.COM – Di kedalaman Arktik, para ilmuwan menemukan lanskap menakjubkan yang menyerupai kota hilang, lengkap dengan menara-menara karbonat berkilau biru, memancarkan kehidupan di tempat yang tak terduga.

Terletak di dekat puncak gunung bawah laut, 'Kota yang Hilang' ditemukan pada tahun 2000, menjadi satu-satunya lapangan ventilasi hidrotermal yang paling lama aktif di samudera. Tempat ini menawarkan pandangan unik tentang kehidupan di bawah laut dan kemungkinan asal usul kehidupan di Bumi.

Selama lebih dari 120.000 tahun, mantel Bumi di kawasan ini bereaksi dengan air laut, menghasilkan gas-gas vital seperti hidrogen dan metana. Kehadiran hidrokarbon menjadi sumber makanan bagi mikroba, memperlihatkan ekosistem yang kompleks meski dalam kondisi ekstrem. Penemuan inti batu mantel sepanjang 1.268 meter pada 2024 membuka peluang baru untuk memahami sejarah kehidupan di planet kita.

Kawasan ini menawarkan lebih dari sekadar keajaiban geologis; ini adalah bukti nyata ketahanan kehidupan. Seiring dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim, perlindungan terhadap Lost City harus menjadi prioritas. Tempat ini tidak hanya penting bagi ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi pemahaman kita akan keberlangsungan hidup di bumi.

'Kota yang Hilang' mengingatkan kita akan keajaiban tersembunyi di bawah permukaan laut dan pentingnya melindungi ekosistem unik ini. Mampukah kita menjaga rahasia alam tersebut di tengah ancaman eksploitasi dan perubahan iklim? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 1 Februari 2026)