Pergeseran Paradigma Teknologi: Dampak Sosial dan Ekonomi

ORBITINDONESIA.COM – Ketika teknologi terus berkembang pesat, masyarakat dihadapkan pada perubahan besar yang tak terhindarkan. Dari cara kita bekerja hingga berinteraksi, dampak teknologi terasa di setiap aspek kehidupan.

Di era digital ini, percepatan inovasi teknologi telah mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan. Banyak pekerjaan tradisional digantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan tenaga kerja dan ketimpangan ekonomi yang mungkin terjadi.

Menurut data dari World Economic Forum, sekitar 85 juta pekerjaan diperkirakan akan tergantikan oleh mesin pada tahun 2025. Namun, di sisi lain, akan tercipta 97 juta pekerjaan baru di sektor teknologi dan industri kreatif. Ini menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan keterampilan yang harus diantisipasi oleh angkatan kerja masa depan.

Beberapa pakar berpendapat bahwa transformasi ini merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup melalui efisiensi dan inovasi. Namun, tanpa persiapan yang tepat, bisa jadi justru menambah jurang ketimpangan sosial. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan ulang menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.

Dengan segala perubahan yang ada, pertanyaan utama yang harus dijawab adalah: bagaimana kita mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi masa depan yang didominasi teknologi? Penting bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta untuk bekerja sama menciptakan ekosistem yang mendukung transisi ini. Hanya dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat bagi semua orang.

(Orbit dari berbagai sumber, 2 Februari 2026)