Transformasi Budaya Kerja Crypto di Era AI
ORBITINDONESIA.COM – Pengawasan ketat terhadap pekerja remote di bursa crypto menandai era baru dalam budaya kerja digital.
Jason Choi mengamati perubahan besar dalam budaya kerja crypto, di mana bursa mulai mengawasi pekerja remote yang bekerja ganda di beberapa kompetitor. Teknologi AI memudahkan pekerja untuk menjalankan beberapa pekerjaan sekaligus. Ini mencerminkan perubahan operasional dalam industri cryptocurrency.
Dengan kemajuan AI, pekerja crypto dapat mengelola banyak pekerjaan lebih efisien, namun ini menimbulkan tantangan baru bagi bursa yang ingin menjaga integritas dan eksklusivitas. Pengawasan ketat mencerminkan kematangan industri yang kini lebih teratur dibandingkan dengan era 'Wild West'-nya. Menurut data, sekitar 60% pekerja crypto mengakui menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas mereka.
Choi melihat cryptocurrency sebagai teknologi transformatif yang dapat melawan tren distopia, baik di bidang teknologi maupun geopolitik. Namun, pengawasan ketat ini bisa dilihat sebagai langkah mundur dari semangat desentralisasi yang menjadi inti dari crypto. Apakah ini berarti kompromi terhadap kebebasan yang dijanjikan oleh teknologi ini?
Perubahan ini memicu refleksi tentang bagaimana keseimbangan antara kebebasan kerja dan regulasi dapat dicapai. Masa depan akan menunjukkan apakah ini adalah langkah sementara atau bagian dari perubahan jangka panjang. Akankah crypto tetap menjadi benteng kebebasan atau justru tunduk pada regulasi konvensional?