Operasi KPK: Drama Kejar-kejaran dan Korupsi di PN Depok
ORBITINDONESIA.COM – Penangkapan dramatis Ketua dan Wakil Ketua PN Depok oleh KPK membuka babak baru dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kasus ini bermula dari tuntutan uang Rp1 miliar oleh pejabat PN Depok sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan. Melalui Juru Sita Yohansyah Maruanaya, permintaan ini diteruskan kepada PT Karabha Digdaya, yang kemudian menawar hingga Rp850 juta.
Kejadian ini menyoroti praktik korupsi di institusi hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menegakkan keadilan. Data menunjukkan bahwa korupsi di sektor peradilan sering melibatkan pejabat tinggi yang berkolusi dengan pihak swasta, mengancam integritas hukum.
Memprihatinkan ketika lembaga sekelas pengadilan terjerat kasus suap. Ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam mekanisme pengawasan internal. Jika dibiarkan, kepercayaan publik terhadap sistem hukum akan terus tergerus.
Penangkapan ini seharusnya menjadi momentum bagi reformasi di tubuh peradilan. Publik menanti langkah tegas pemerintah dan lembaga terkait untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kasus serupa tidak terulang?
(Orbit dari berbagai sumber, 8 Februari 2026)