Kontroversi Kasus Korupsi Chromebook: Mengurai Kerugian Negara
ORBITINDONESIA.COM – Ketidakcermatan dalam pengadaan barang oleh pemerintah kembali menjadi sorotan. Kali ini, kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook mengguncang publik. Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim menjadi salah satu aktor dalam pusaran masalah ini.
Kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek menyeret beberapa nama besar. Pengadaan melalui e-katalog seharusnya menjamin transparansi, namun kenyataan berbicara lain. Pengadaan ini diduga merugikan negara hingga Rp 2,1 triliun.
Kunci masalah terletak pada proses pengadaan dan peran PPK tanpa RAB yang jelas. Dalam lingkungan yang diatur ketat, PPK seharusnya memiliki perbandingan harga yang objektif. Tanpa hal tersebut, potensi penyalahgunaan kekuasaan semakin besar.
Menarik melihat bagaimana pengaruh korporasi besar seperti Google dapat merasuk ke dalam birokrasi. Dengan investasi besar, Nadiem diduga memberikan keuntungan sepihak. Ini mengarah pada monopoli yang merugikan kompetisi dan kedaulatan digital Indonesia.
Kisruh ini mengajarkan pentingnya integritas dan transparansi dalam pengadaan pemerintah. Apakah birokrasi kita dapat berbenah dan memastikan kasus serupa tidak terjadi? Atau akankah kita terus terjebak dalam lingkaran setan korupsi yang menggerogoti negeri ini?