Perundingan Damai Ukraina-Rusia di Tengah Ketidakpastian

ORBITINDONESIA.COM – Perundingan damai antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi AS kembali berakhir tanpa hasil signifikan, menegaskan kompleksitas mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Perundingan ini terjadi setelah dua hari diskusi yang hanya berlangsung selama dua jam, menunjukkan minimnya kemajuan dan kesepakatan yang masih jauh dari harapan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa meskipun ada kesepakatan dalam isu teknis, perbedaan pendapat masih terlihat di isu politik, terutama mengenai wilayah Ukraina yang dikuasai di timur yang diinginkan Rusia.

Berbeda dengan putaran sebelumnya di Abu Dhabi yang dianggap konstruktif, perundingan kali ini fokus pada isu teritorial yang menjadi penghalang utama. Kembalinya Vladimir Medinsky, negosiator Rusia yang dikenal keras, menambah kekhawatiran Ukraina bahwa Rusia tidak siap berkompromi. Penarikan negosiator senior AS dari sesi terakhir menunjukkan kemungkinan terhentinya pembicaraan.

Presiden Zelensky terbuka untuk berkompromi dengan mengusulkan zona demiliterisasi di Donetsk, tetapi dengan syarat jaminan keamanan dari Barat. Hal ini menimbulkan dilema antara menyerahkan wilayah terlebih dahulu atau mendapatkan jaminan keamanan sebagai prioritas, yang dapat mempengaruhi posisi tawar Ukraina.

Pertanyaan besar tetap ada: Apakah keamanan Ukraina dapat dijamin dengan perundingan ini sebelum memberikan konsesi teritorial? Dengan situasi yang masih bergantung pada jaminan dari sekutu Barat, terutama AS, masa depan perdamaian di Ukraina tetap tidak pasti.