Memahami Praktik Pengejaran Kriminal oleh Departemen Kehakiman AS

ORBITINDONESIA.COM – Departemen Kehakiman AS kini disorot atas dugaan praktik penuntutan yang tidak biasa, menimbulkan pertanyaan mengenai integritas proses hukum.

Beberapa pengacara pembela terkemuka di AS mempertanyakan perilaku Departemen Kehakiman yang dianggap tidak normal selama setahun terakhir. Mereka merasa terdapat pola dakwaan yang agresif dan teori hukum yang tidak biasa, serta dugaan balas dendam politik terhadap pihak yang berseberangan dengan Presiden Trump.

Untuk memantau kasus-kasus ini, Asosiasi Pengacara Pembela Kriminal Nasional (NACDL) meluncurkan pelacak kasus yang mengawasi tren dakwaan federal. Pelacak ini mencakup kasus-kasus yang melibatkan tuduhan perlawanan terhadap penegakan hukum federal, yang sering kali dirusak oleh bukti video dan saksi mata. Alat ini membantu mengamati dan menyoroti kasus-kasus yang dianggap tidak biasa oleh para pengacara.

Direktur Eksekutif NACDL, Lisa Wayne, menilai pelacak ini sebagai alat penting di era di mana campur tangan berlebihan federal menjadi prosedur standar. Sementara itu, Jaksa Agung Pam Bondi menolak tuduhan bahwa politik memotivasi keputusan penegakan hukum federal, menegaskan bahwa misi inti Departemen Kehakiman adalah melawan kejahatan kekerasan dan melindungi rakyat Amerika.

Pertanyaan besar tetap ada, apakah pengawasan ini dapat memastikan sistem peradilan yang adil dan transparan? Apakah ini pertanda perlunya reformasi dalam pendekatan penegakan hukum di tingkat federal? Hanya waktu yang akan menjawab.