Harga Ayam Melonjak: Analisis Stabilitas Pasar dan Program MBG
ORBITINDONESIA.COM – Harga daging ayam yang menembus Rp 40.000 per kilogram mengundang perhatian, namun Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan penyebab utamanya.
Harga daging ayam di Indonesia mengalami kenaikan menjelang Ramadhan, dengan beberapa daerah melaporkan harga di atas Rp 40.000 per kilogram. Pemerintah Kabupaten Batang mencatat harga ayam ras mencapai Rp 42.000 per kilogram, di luar harga normal Rp 38.000 per kilogram.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengaitkan stabilitas harga dengan produksi yang mengikuti permintaan pasar. Diskusi dengan pelaku usaha menunjukkan bahwa fluktuasi harga sebelumnya disebabkan oleh permintaan yang tidak menentu. Kini, produksi diklaim menyesuaikan kebutuhan pasar, menjaga harga tetap stabil.
Meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap tidak memicu kenaikan harga, beberapa pihak tetap mempertanyakan efektivitas pengaturan produksi dan distribusi pasar. Apakah benar produksi mengikuti permintaan, ataukah ada faktor lain yang belum terungkap?
Kenaikan harga ayam ras ini mengundang refleksi tentang dinamika pasar dan kebijakan pemerintah. Masyarakat diharapkan terus waspada dan kritis terhadap perkembangan harga pangan, sembari menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan stabilitas harga yang berkelanjutan.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)