Konflik Lintas Ternak Dompu: Solusi atau Jalan Buntu?
ORBITINDONESIA.COM – Jarak jalur ternak yang menyempit hingga 5 meter di Dompu menimbulkan keresahan petani. Insiden ternak jatuh semakin sering terjadi.
Jalur lintas ternak di Kabupaten Dompu mengalami penyempitan signifikan. Kondisi ini disebabkan oleh aktivitas perladangan yang meluas. Akibatnya, keselamatan ternak terancam.
Pemerintah Dompu berupaya menyeimbangkan antara kepentingan petani ternak dan peladang. Kualitas daging ternak Dompu menjadi sumber ekonomi penting. Namun, pengaturan lahan harus dipertimbangkan agar tidak merugikan salah satu pihak.
Bupati Dompu menegaskan komitmen untuk meninjau kondisi lapangan secara langsung. Harmoni antara sektor peternakan dan pertanian harus dijaga. Apakah solusi yang lebih inklusif dapat dicapai tanpa mengorbankan salah satu pihak?
Penting bagi seluruh pihak untuk menjaga komunikasi dan tidak melanggar prosedur. Masih banyak yang harus dilakukan agar konflik ini tidak berlarut. Mampukah Kabupaten Dompu memimpin dengan teladan dalam penyelesaian konflik agraria yang adil?
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)