Analisis Rambut: Terobosan Deteksi Dini Parkinson

ORBITINDONESIA.COM – Dalam langkah revolusioner, ilmuwan Tiongkok mengungkap cara baru deteksi Parkinson melalui analisis rambut.

Penyakit Parkinson selama ini didiagnosis lewat gejala motorik yang muncul terlambat. Metode konvensional seperti tes pencitraan dan cairan serebrospinal seringkali invasif dan lambat.

Riset dari tim Universitas Hebei menemukan perbedaan signifikan dalam komposisi mineral rambut antara pasien Parkinson dan orang sehat. Kadar zat besi dan tembaga lebih rendah, sementara mangan dan arsenik lebih tinggi pada pasien.

Penemuan ini mengisyaratkan potensi besar rambut sebagai indikator kesehatan neurologis. Dengan melihat rambut sebagai 'buku harian biologis', kita bisa mengungkap riwayat kesehatan seseorang secara lebih akurat.

Temuan ini bisa mengubah paradigma diagnosis Parkinson, membuka peluang intervensi lebih awal. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat metode ini sebagai standar diagnosis baru.

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Februari 2026)