Puisi Irawan: Cikar dan Rengat-Mu

ORBITINDONESIA.COM - Engkau tahu dan pasti sangat tahu
Bertahun lewati hal yang sama
Cikar dan Rengatnya diri-Mu
Wahai Kholik yang Akbar

Malam ketujuh
Manakala rembulan malu dan tersipu
Kau semilirkan nada dalam angan
Tuk memuja dan memuji

Duuhhh, rupanya Kau rindu
Rindu akan lantunan syahdu
Yang menepis segala ragu
Ragu pada tabir yang aku puja selama ini

Aku terseok-seok dalam langkah yang rapuh
Tak kuat ketika Ihram-Mu menyelimuti
Tersentak saat tangan ini memohon
Kodrat terasa, pantas pun berduka lara

Ingat akan petuah kata dari pak ngah
Ketika tahu buanglah tahu
Laju dirimu jangan terburu
Tenangkan nafas senyum disentuh

Jalan berliku dan panjang
Terjal dan mendaki
Bagian dari diri yang terperi
Alam jiwa dan raga yang hakiki

Pada-Mu, pemilik malam
Duka lara kusampaikan pada-Mu
Kuatkan Langkah ini
Menuju fitrah yang fitri

Bangka Selatan, Februari 2026