Mojtaba Khamenei Dilantik: Tantangan Baru Iran-Donald Trump
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan meningkat saat Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran, memicu reaksi tidak puas Presiden AS Donald Trump.
Pengganti Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, dipilih Majelis Pakar Iran di tengah situasi politik yang panas, menyusul kematian sang ayah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel. Ini menandai berlanjutnya dominasi kelompok garis keras di Iran.
Trump menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemilihan Mojtaba, menyebutnya tidak berpengaruh dan menegaskan bahwa pemimpin baru harus mendapat persetujuan AS. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan di antara kedua negara, terutama terkait program nuklir Iran yang kontroversial.
Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran mengisyaratkan kebijakan yang lebih konservatif, mengingat hubungannya dengan Garda Revolusi Iran. Ini bisa memperburuk hubungan dengan Barat, yang ingin menghentikan pengembangan senjata nuklir Iran.
Dengan Mojtaba di pucuk pimpinan, Iran menghadapi tantangan besar dalam diplomasi internasional. Akankah keteguhan Mojtaba mendorong Iran menuju konflik lebih dalam dengan Amerika Serikat, atau akankah ada ruang untuk dialog damai? Hanya waktu yang bisa menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 11 Maret 2026)