Mengatasi KLB Campak di NTB: Tantangan dan Solusi
ORBITINDONESIA.COM – Provinsi NTB menghadapi lonjakan kasus campak dengan 985 suspek dalam tujuh minggu pertama 2026, memicu status Kejadian Luar Biasa di Bima dan Dompu.
Lonjakan kasus campak di Provinsi NTB, khususnya di Bima dan Dompu, dipicu oleh cakupan imunisasi yang rendah. Hal ini diperparah oleh tingginya mobilitas penduduk dan keterlambatan deteksi. Dua anak telah meninggal di Kabupaten Bima akibat wabah ini.
Cakupan imunisasi yang belum optimal menjadi akar masalah utama. Kelompok anak dengan imunisasi tidak lengkap menjadi paling rentan. NTB mengambil langkah penguatan surveilans dan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk menekan kasus.
Rendahnya cakupan imunisasi mengindikasikan perlunya edukasi intensif kepada masyarakat. Mobilitas penduduk yang tinggi menambah tantangan, menuntut respons cepat dari pemerintah dalam mengendalikan penyebaran campak.
Peningkatan edukasi dan akses imunisasi harus menjadi prioritas untuk mencegah KLB serupa di masa depan. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi, demi kesehatan anak-anak NTB yang lebih baik.