Produksi Lokal Beberapa Komponen Pesawat Tempur KF-21 Akan Dilakukan di Indonesia
ORBITINDONESIA.COM - Dengan Indonesia yang dilaporkan akan menjadi tujuan ekspor pertama untuk pesawat tempur KF-21 Korea, rencana sedang disusun untuk memproduksi beberapa bagian badan pesawat di negara ini. Indonesia kemungkinan besar akan menjadi pusat strategis untuk ekspor ke Asia Tenggara.
Menurut beberapa pejabat pemerintah penting pada tanggal 20 Maret 2026, pemerintah Korea Selatan sedang membahas kemungkinan memproduksi beberapa komponen di Indonesia sambil mempertimbangkan ekspor KF-21.
Seorang pejabat pemerintah menyatakan, "Indonesia pertama kali menjajaki niat kami," menambahkan, "Rencananya adalah memproduksi badan pesawat inti secara domestik, tetapi beberapa bagian akan dibuat oleh perusahaan Indonesia."
Dilaporkan bahwa rencana telah diselesaikan untuk mengekspor sebagian rangka pesawat KF-21 ke Indonesia yang diproduksi oleh PTDI, perusahaan kedirgantaraan milik negara Indonesia, dan kemudian dirakit di dalam negeri.
Korea Selatan dan Indonesia berencana untuk menyelesaikan diskusi ini selama kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Korea, yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir Maret. Pada saat itu, perjanjian untuk ekspor 16 jet tempur KF-21 dari Korea Aerospace Industries (KAI) juga dijadwalkan untuk ditandatangani.
Upacara penandatanganan diperkirakan akan berlangsung pada paruh pertama tahun ini, setelah pertemuan puncak dan koordinasi selanjutnya mengenai jumlah akhir antara kedua negara.
Sebelumnya, ada kasus di mana pesawat latih dasar KT-1 produksi dalam negeri juga diekspor ke Turki, dengan beberapa unit diproduksi secara lokal.
Pada tahun 2010, pemerintah menandatangani kontrak dengan Turki untuk mengekspor 40 pesawat KT-1; KAI mengekspor lima unit pertama sebagai produk jadi, sementara 35 unit sisanya dirakit secara lokal menggunakan badan pesawat yang diproduksi berdasarkan kontrak di pabrik Turkish Aerospace Industries (TAI) Ankara dan sayap serta komponen utama yang dipasok oleh KAI.
Pada tahun 2012, 20 pesawat KT-1P juga diekspor ke Peru, dengan komponen utama dipasok di dalam negeri dan produksi perakitan dilakukan di Peru untuk 16 unit di antaranya.
Meskipun beberapa pihak menyatakan skeptisisme mengenai kemampuan produksi lokal Indonesia, ada juga harapan bahwa memproduksi sebagian secara lokal akan mengurangi beban biaya Indonesia dan membangun basis ekspor yang stabil.
Dilaporkan bahwa Indonesia, sebagai salah satu pengembang KF-21, awalnya berencana untuk mengakuisisi 48 unit tetapi memutuskan untuk memprioritaskan akuisisi 16 unit karena kendala anggaran.
"Sebuah sumber diplomatik mengatakan, 'Sama seperti ekspor KT-1 yang meluas ke negara-negara tetangga di masa lalu melalui produksi lokal, Indonesia dapat menjadi pusat ekspor KF-21 ke Asia Tenggara.'" ***