Indonesia Akan Kerahkan Lebih dari 700 Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon Selatan di Tengah Serangan Israel
ORBITINDONESIA.COM - Indonesia pada hari Senin, 11 Mei 2026 mengatakan akan mengerahkan lebih dari 700 pasukan penjaga perdamaian ke Lebanon selatan meskipun terjadi serangan dan pembunuhan oleh Israel, lapor Anadolu.
Pengerahan 742 tentara akan dilakukan sebagai bagian dari rotasi untuk menggantikan pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang saat ini bertugas di Lebanon, menurut Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Antara.
“Saya melihat bahwa pasukan sudah siap. Tentu saja, ini adalah misi PBB, tetapi yang lebih penting adalah misi untuk bangsa Indonesia,” kata Dudung.
Ia menekankan pentingnya memastikan keselamatan para tentara, menjaga reputasi Indonesia, dan menjalankan tugas mereka sebaik mungkin.
Enam personel dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon telah tewas dalam serangan Israel di Lebanon. Empat di antaranya adalah warga negara Indonesia.
Meskipun gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, tentara Israel terus melakukan serangan harian di Lebanon.
Sejak 2 Maret, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.869 orang, melukai 8.730 orang, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, atau sekitar seperlima dari populasi, menurut angka resmi terbaru.
Mandat UNIFIL di Lebanon akan berakhir pada 31 Desember 2026, dengan fase penarikan bertahap hingga Juni 2027. Saat ini, UNIFIL memiliki sekitar 7.505 pasukan dari 47 negara, dengan kontribusi terbesar berasal dari Indonesia, Italia, Spanyol, India, Ghana, dan Prancis.
Januari–Juni 2027 adalah masa penarikan bertahap dan penyerahan tanggung jawab keamanan kepada Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF). LAF akan menjadi satu-satunya otoritas keamanan di Lebanon selatan, sesuai Resolusi 1701 (2006). ***